Kawal Kelangkaan BBM Bersubsidi, Bemsu Demo Kantor DPRD dan Bupati Sumenep

Senin, 6 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MENYAMPAIKAN ORASI: Aliansi Bemsu menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Sumenep, Senin (6/7). (Miftahol Rosiqin/Radarpantura.id)

MENYAMPAIKAN ORASI: Aliansi Bemsu menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Sumenep, Senin (6/7). (Miftahol Rosiqin/Radarpantura.id)

SUMENEP, Radarpantura.id – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (Bemsu) menggelar aksi demonstrasi. Mereka mengawal isu soal kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Senin (6/7).

Unjuk rasa itu dilakukan secara maraton di dua tempat. Pertama, Bemsu menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sumenep, Jalan Trunojoyo. Setelah itu, dilanjutkan ke Kantor Bupati Sumenep di Jalan Dr. Cipto.

Korlap Aksi, <span;>M. Salman Farid, menyebut kelangkaan BBM bersubsidi adalah masalah serius yang perlu segera ditindaklanjuti. Menurutnya, hal itu memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Tidak berhenti sekadar soal kelangkaan BBM, mahasiswa juga menyoroti adanya dugaan penyelewengan proses distribusi. Salman mengatakan, terdapat temuan pembelian BBM bersubsidi berskala banyak menggunakan jeriken.

“Kami minta langkah pengawasan makin diperketat,” ungkapnya.

Bahkan, kata dia, pengawasan itu perlu dilakukan dengan melibatkan lintas sektor. Tujuannya tidak lain adalah untuk mencegah maraknya penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.

“Pengawasan harus dilakukan terpadu,” tegasnya.

Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, menyatakan kesiapannya untuk ikut mengawal pendistribuan BBM bersubsidi. Dia berjanji akan mendorong aparat kepolisian dan pemerintah daerah agar bekerja lebih maksimal.

“Saya sendiri yang akan menekan serta mengawasi kinerja kepolisian dan pemerintah daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, juga merespons aspirasi mahasiswa. Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk menjamin ketersediaan BBM bersubsidi.

“Kami sudah mengajukan penambahan kuota dan meminta agar pendistribusian BBM lebih masif,” jelasnya.

Sekarang, lanjut Dadang, Pemkab Sumenep sudah menerapkan pembatasan dalam pembelian BBM bersubsidi. Khusus kendaraan roda dua, diberi batas maksimal 10 liter per transaksi dan kendaraan rodak empat dibatasi 50 liter per transaksi.

“Kebijakan itu juga untuk mengendalikan ketersediaan BBM bersubsidi,” pungkasnya. (mif/bus)

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Dorong Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Kendalikan Angka Kemiskinan Sumenep, Bappeda Dorong Intervensi Berbasis Wilayah
Bappeda Sumenep Raih Stand Terbaik MNV 2026
Hari Kesaktian Pancasila, Bappeda Sumenep Ajak Perkuat Gotong Royong
Bappeda Sumenep Kawal Pembangunan dari Perencanaan hingga Evaluasi
Kepala Bappeda Sumenep Ajak Generasi Muda Lestarikan Batik, Bukan Sekadar Dipakai
Air Bersih dan Ketahanan Pangan di Sumenep Jadi Perhatian Bappenas
Hilirisasi Garam Sumenep Mulai Dikaji, Bappeda Sumenep dan Bappenas Bahas Produk Premium hingga Garam SPA

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:14

Bappeda Sumenep Dorong Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:10

Kendalikan Angka Kemiskinan Sumenep, Bappeda Dorong Intervensi Berbasis Wilayah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:06

Bappeda Sumenep Raih Stand Terbaik MNV 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:03

Hari Kesaktian Pancasila, Bappeda Sumenep Ajak Perkuat Gotong Royong

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:57

Bappeda Sumenep Kawal Pembangunan dari Perencanaan hingga Evaluasi

Berita Terbaru

KOMPAK: Pegawai Bappeda Sumenep berfoto bersama di depan stand. (Bappeda Sumenep for Radarpantura.id)

Daerah

Bappeda Sumenep Raih Stand Terbaik MNV 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:06