Proyek SRT Sumenep Disediakan Anggaran Ratusan Miliar, Status Lahan Masih Bermasalah

Minggu, 5 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOKASI SRT: Warga menyabit rumput di area lahan objek rencana pembangunan SRT di Desa Patean, Kecamatan Batuan, Sumenep, Kamis (2/7). (Radarpantura.id/Miftahol Rosiqin)

LOKASI SRT: Warga menyabit rumput di area lahan objek rencana pembangunan SRT di Desa Patean, Kecamatan Batuan, Sumenep, Kamis (2/7). (Radarpantura.id/Miftahol Rosiqin)

SUMENEP, Radarpantura.id – Pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran cukup fantastis untuk pembangunan sekolah rakyat terpadu (SRT). Kabupaten Sumenep mendapat kucuran dana sebesar Rp250 miliar khusus pembangunan fisik program tersebut.

Koordinator Kabupaten Pendamping Program Keluarga Harapan (Korkab PKH) Sumenep, Hairullah, menyebut dana ratusan miliar itu bersumber dari APBN. Target pengerjaan fisiknya, diproyeksikan mulai tergarap pada tahun ini.

“Anggaran itu hanya untuk pembangunan gedung,” ungkapnya, Kamis (2/7).

Lokasi proyek SRT Sumenep akan ditempatkan di Desa Patean, Kecamatan Batuan. Meskipun sudah ada penentuan lokasi, namun proyek fisik ini belum bisa dimulai karena terdapat kendala di lapangan.

Hairul menjelaskan, lahan yang dicanangkan sebagai objek pembangunan masih berstatus <span;>Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Sedangkan untuk bisa dialihfungsikan sebagai lokasi pembangunan SRT, maka perlu dilakukan penyelesaian berbagai administrasi.

“Luas lahannya berukuran 10 hektare,” sebutnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Abd Rahman Riadi, turut membenarkan terkait masalah yang ada di lapangan. Sampai sekarang, instansinya dalam proses melengkapi beberapa persyaratan dokumen administrasi yang belum lengkap.

Kata Rahman, proyek pembangunan SRT sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Sedangkan pemerintah daerah, hanya memiliki tanggung jawab sebagai penyedia lahan.

“Proses pembangunannya akan melibatkan BUMN, kami hanya bertanggung jawab menyediakan lahan,” pungkasnya. (mif/bus)

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Dorong Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Kendalikan Angka Kemiskinan Sumenep, Bappeda Dorong Intervensi Berbasis Wilayah
Bappeda Sumenep Raih Stand Terbaik MNV 2026
Hari Kesaktian Pancasila, Bappeda Sumenep Ajak Perkuat Gotong Royong
Bappeda Sumenep Kawal Pembangunan dari Perencanaan hingga Evaluasi
Kepala Bappeda Sumenep Ajak Generasi Muda Lestarikan Batik, Bukan Sekadar Dipakai
Air Bersih dan Ketahanan Pangan di Sumenep Jadi Perhatian Bappenas
Hilirisasi Garam Sumenep Mulai Dikaji, Bappeda Sumenep dan Bappenas Bahas Produk Premium hingga Garam SPA

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:14

Bappeda Sumenep Dorong Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:10

Kendalikan Angka Kemiskinan Sumenep, Bappeda Dorong Intervensi Berbasis Wilayah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:06

Bappeda Sumenep Raih Stand Terbaik MNV 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:03

Hari Kesaktian Pancasila, Bappeda Sumenep Ajak Perkuat Gotong Royong

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:57

Bappeda Sumenep Kawal Pembangunan dari Perencanaan hingga Evaluasi

Berita Terbaru

KOMPAK: Pegawai Bappeda Sumenep berfoto bersama di depan stand. (Bappeda Sumenep for Radarpantura.id)

Daerah

Bappeda Sumenep Raih Stand Terbaik MNV 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:06