Pengawasan Terbatas, Polisi Imbau Pemilik Toko Waspadai Modus Penipuan

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANCAR: Pengendara sedang melintas di depan Kantor Polsek Kota Sumenep, Jalalan Trunojoyo. (Radarpantura.id/Miftahol Rosiqin)

LANCAR: Pengendara sedang melintas di depan Kantor Polsek Kota Sumenep, Jalalan Trunojoyo. (Radarpantura.id/Miftahol Rosiqin)

SUMENEP, Radarpantura.id – Polisi Sektor (Polsek) Kota Sumenep angkat bicara terkait maraknya kasus penipuan. Khususnya yang menyasar sejumlah toko kelontong di wilayah Kabupaten Sumenep.

Sebelumnya, aksi penipuan dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) kepada pemilik toko kelontong dengan modus sebagai pembeli. Pasalnya, pelaku memesan barang lalu membawa kabur belanjaan tanpa membayar.

Kasus itu pun mendapat tanggapan dari Pelaksana Sementara (Ps) Kepala Unit Pembinaan Masyarakat (Kanit Binmas) Polsek Kota Sumenep, Aipda Sugianto. Kata dia, pengawasan di wilayah sektor kota memang belum maksimal karena terkendala keterbatasan personel.

“Terus terang, di Polsek Kota sendiri jumlah Bhabinkamtibmas hanya lima orang, dan itu masih kurang,” ujarnya, Selasa (30/6).

Karena itu, agenda patroli kamtibmas di wilayah kota sejauh ini dilakukan langsung oleh personel dari Polres Sumenep. Meskipun begitu, langkah preventif tersebut terus dilakukan secara rutin.

“Kami juga memberikan sosialisasi langsung kepada para pemilik toko kelontong yang dinilai rentan menjadi sasaran penipuan,” dalihnya.

Sugianto juga menyarankan kepada para korban untuk segera melaporkan kejadian yang dialami kepada polisi. Sebab kata dia, tindakan serupa perlu ditindaklanjuti secara hukum.

“Sejauh ini, belum ada laporan resmi yang masuk terkait kasus penipuan seperti itu,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama kepada orang yang mengaku sebagai pihak tertentu tanpa disertai bukti atau identitas resmi.

“Masyarakat harus lebih waspada. Jika ada hal mencurigakan, bisa langsung menghubungi call center polisi 110,” pungkasnya. (mif/bus)

Berita Terkait

25 Pejabat Dirotasi, Bupati Sumenep Tekankan Optimalisasi Kinerja
Rotasi Lima Pejabat Pemkab Sumenep, Bupati Fauzi Minta Genjot Pelayanan Publik
Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN
Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga
PPSE Sumenep Tersendat, Sosialisasi Pemerintah Dituding Lemah
Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran
DKPP Sumenep Salurkan Bantuan Benih Bawang Merah, Porsi Anggaran Mencapai Rp2,4 Miliar
Dukung Proyek Strategis Nasional, Bappeda Perkuat Validitas Data OPD

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:58

25 Pejabat Dirotasi, Bupati Sumenep Tekankan Optimalisasi Kinerja

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:55

Rotasi Lima Pejabat Pemkab Sumenep, Bupati Fauzi Minta Genjot Pelayanan Publik

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52

Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:28

Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:43

PPSE Sumenep Tersendat, Sosialisasi Pemerintah Dituding Lemah

Berita Terbaru