ManFaat untuk Bangkalan Berbagi

Sabtu, 7 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN, beritadata.id – Jargon atau julukan menjadi hal yang lumrah dalam dunia politik. Para politisi yang sedang berkontestasi biasanya mencari kata yang mudah diingat untuk dibuat jargon.

Kosakata khusus dipilih dan digunakan oleh si politisi untuk kepentingan politiknya. Jargon dapat menjadi cerminan dari visi, misi, karakter, dan image branding politisi tersebut.

Menjelang Pilkada Bangkalan, pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, Lukman Hakim dan Fauzan Ja’far, resmi memperkenalkan jargon mereka. Kata yang dipilih yaitu “ManFaat” yang diambil dari singkatan nama mereka, “Lukman Fauzan untuk Rakyat.”

Julukan ini diharapkan mencerminkan komitmen keduanya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat Bangkalan.

Ketua Tim Pemenangan Pasangan ManFaat, KH Hasani Zubair, menyatakan bahwa proses pencarian nama singkatan yang tepat sudah cukup lama dilakukan.

“Selama ini kita mencari nama singkatan yang pas namun belum menemukannya. Akhirnya, kita memutuskan untuk menggunakan nama panggilan ‘ManFaat’ sebagai representasi dari pasangan ini,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bangkalan itu.

Pria yang akrab disapa Ra Hasani itu juga memberikan penjelasan mengenai kata “Berbagi” yang sering terdengar dalam kampanye mereka. Ia menjelaskan bahwa “Berbagi” bukanlah singkatan dari nama pasangan calon, melainkan sebuah tagline. Kata “Berbagi” adalah singkatan dari “Berbenah untuk lebih baik lagi”.

“Tagline ini merupakan komitmen politik Pasangan Lukman-Fauzan untuk membawa perubahan dan perbaikan di segala aspek yang ada di Bangkalan,” jelasnya.

Dengan julukan “ManFaat” dan tagline “Berbagi”, pasangan Lukman Hakim – Fauzan Ja’far berkomitmen untuk mengusung perubahan positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Bangkalan. (Red)

Berita Terkait

Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN
Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga
Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran
Kawal Kelangkaan BBM Bersubsidi, Bemsu Demo Kantor DPRD dan Bupati Sumenep
Proyek SRT Sumenep Disediakan Anggaran Ratusan Miliar, Status Lahan Masih Bermasalah
Pesan Barang Tanpa Bayar, Pedagang Kelontong di Sumenep Jadi Korban Penipuan
Jalan Poros Kecamatan Rusak Parah, Warga Patungan Lakukan Perbaikan
SPPG Aeng Merah Akui Belum Bangun IPAL, Limbah Dibuang ke Sumur Mati

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52

Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:28

Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:47

Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran

Senin, 6 Juli 2026 - 11:13

Kawal Kelangkaan BBM Bersubsidi, Bemsu Demo Kantor DPRD dan Bupati Sumenep

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:07

Proyek SRT Sumenep Disediakan Anggaran Ratusan Miliar, Status Lahan Masih Bermasalah

Berita Terbaru