SUMENEP, Radarpantura.id – Hari Pramuka 2026 menjadi momentum mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam pembangunan.
Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto menilai Pramuka memiliki potensi strategis mendukung swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Arif menyebut generasi muda tidak cukup hanya dibekali pendidikan karakter melalui kegiatan kepanduan. Anggota Pramuka juga perlu diarahkan menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan pembangunan.
“Anggota Pramuka juga penting menjadi bagian dari solusi menghadapi tantangan pembangunan,” ungkapnya, Jumat (14/8).
Menurutnya, tema Hari Pramuka 2026 memiliki relevansi kuat dengan agenda pembangunan nasional. Tema tersebut berbunyi Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.
“Pencapaiannya membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, hingga generasi muda,” katanya.
Arif menegaskan, pembentukan karakter tetap menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Nilai disiplin, kemandirian, kepemimpinan, gotong royong, serta kepedulian lingkungan menjadi bekal menghadapi masa depan.
“Semangat Pramuka harus terus dijaga dan dikembangkan agar mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat,” ujarnya.
Generasi muda juga perlu mendapat ruang untuk berinovasi serta berkontribusi menyelesaikan persoalan masyarakat. Menurut Arif, Pramuka harus mampu menjadi wadah generasi muda untuk belajar, berinovasi, sekaligus mengambil peran nyata dalam pembangunan.
Bappeda Sumenep mendorong penguatan kolaborasi antarelemen masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan. Semangat kebersamaan dan gotong royong dinilai menjadi modal penting menuju Indonesia Emas 2045.
Kekuatan tersebut perlu diarahkan untuk membangun ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Arif berharap nilai-nilai kepanduan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Gerakan Pramuka diharapkan mampu menjadi wadah pembentukan generasi muda yang tangguh, mandiri, kreatif, dan peduli terhadap masa depan bangsa,” ucapnya.
Peringatan Hari Pramuka diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan tanpa dampak nyata. Momentum tersebut perlu menjadi ruang refleksi untuk memperkuat kontribusi generasi muda terhadap pembangunan daerah dan nasional.
“Mari terus berbakti, berinovasi, dan bergerak maju demi kejayaan NKRI,” pungkasnya. (*/bus)






