Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI: Petugas SPPG sedang menyajikan menu MBG di salah satu dapur. (Radarpantura.id/Dok. Antara)

ILUSTRASI: Petugas SPPG sedang menyajikan menu MBG di salah satu dapur. (Radarpantura.id/Dok. Antara)

SUMENEP, Radarpantura.id – Kepala Dapur SPPG Sumenep, Sapeken, Sapeken 2 lalai dalam bertugas. Pria bernama Ainul Horri itu tidak pernah ngantor sejak dapur pengelola program makan bergizi gratis (MBG) tersebut beroperasi.

Masalah ini pun mengakibatkan operasionalisasi dapur menjadi lumpuh total. Aktivitas produksi hingga distribusi MBG ke sejumlah penerima manfaat tidak dapat terealisasi.

Akuntan SPPG Sumenep, Sapeken, Sapeken 2, Chrisna Sangandea, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Ainul Horri terakhir kali masuk kerja yaitu pada 19 Juni 2026.

“Upaya komunikasi yang dilakukan relawan, pegawai, maupun mitra tidak membuahkan hasil,” katanya, Kamis (16/07).

Merespons masalah ini, seluruh relawan dan pegawai SPPG setempat mengajukan Laporan Khusus (Lapsus). Surat tersebut dikirimkan kepada Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG).

“Lapsus disampaikan melalui Korcam Sapeken dan Korwil Sumenep,” jelasnya.

Sebelum sulit dihubungi, lanjut Chrisna, Kepala Dapur SPPG Sapeken 2 sering bekerja dari rumah alias bolos ngantor. Bahkan, penggarapan tugas yang menjadi tanggung jawabnya selalu molor.

“Seperti approve anggaran kerap molor,” tuturnya.

Mitra SPPG Sapeken 2, Evi Sumartini, menyebut kelalaian Kepala dapur dapat berdampak fatal. Bahkan nama baik pihak mitra di tengah publik juga dapat tercoreng.

“Padahal mitra memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Orang tua Ainul Horri, Ridak Horil, mengatakan anaknya pulang ke Pulau Kangean. Lebih tepatnya yaitu selama masa libur sekolah.

“Kebetulan dia sambil merawat ibunya yang lagi sakit,” ungkapnya.

Namun per Jumat (17/7), sekira pukul 09.00 pagi, Ainul Horri kembali ke Pulau Sapeken. Waktu tempuh perjalanan laut diperkirakan satu jam setengah.

“Sekitar pukul 12.00 siang memberi kabar ke saya, kalau sudah sampai di Sapeken,” katanya.

Sementara itu, Korcam SPPG Sapeken, Dedy Permadi, mengaku sudah memberikan arahan kepada Ainul Horri. Arahan itu disampaikan sehari sebelum relawan SPPG mengirimkan Lapsus.

“Lapsus sudah saya terima dan dikirimkan ke Korwil Sumenep,” katanya, Jumat (17/7).

Dedy menambahkan, sesuai peraturan yang berlaku, Kepala Dapur SPPG wajib selalu berada di wilayah kerja. Termasuk pada masa libur sekolah.

“Seharusnya tetap ada di wilayah SPPG, karena harus ngontrol situasi di lokasi,” tegasnya.

Persoalan tersebut mendapat respons dari Korwil SPPG Sumenep, Moh. Kholilurrahman Hidayatullah. Dia mengatakan segera menindaklanjuti Lapsus yang dikirimkan relawan SPPG di lapangan.

“Kami akan melakukan langkah-langkah konkret,” ujarnya.

Radarpantura.id berupaya mengkonfirmasi Ainul Horri. Namun saat dihubungi melalui nomor teleponnya tidak membuahkan hasil. Pesan WhatsApp yang dikirim media ini juga bertanda centang satu. Upaya konfirmasi dilakukan pada Jumat (17/7) mulai pukul 14.00 siang sampai 21.28 petang. (mif/bus)

Berita Terkait

25 Pejabat Dirotasi, Bupati Sumenep Tekankan Optimalisasi Kinerja
Rotasi Lima Pejabat Pemkab Sumenep, Bupati Fauzi Minta Genjot Pelayanan Publik
Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga
PPSE Sumenep Tersendat, Sosialisasi Pemerintah Dituding Lemah
Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran
DKPP Sumenep Salurkan Bantuan Benih Bawang Merah, Porsi Anggaran Mencapai Rp2,4 Miliar
Dukung Proyek Strategis Nasional, Bappeda Perkuat Validitas Data OPD
Bappeda Sumenep Optimalkan SIKPD untuk Perkuat Akuntabilitas OPD

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:58

25 Pejabat Dirotasi, Bupati Sumenep Tekankan Optimalisasi Kinerja

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:55

Rotasi Lima Pejabat Pemkab Sumenep, Bupati Fauzi Minta Genjot Pelayanan Publik

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52

Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:28

Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:43

PPSE Sumenep Tersendat, Sosialisasi Pemerintah Dituding Lemah

Berita Terbaru