SUMENEP, Radarpantura.id – Kualitas pelayanan RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep menunjukkan tren positif sepanjang Semester I 2026. Sejumlah indikator mutu mencatat capaian tinggi sebagai bagian dari komitmen meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.
Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan capaian indikator mutu perlu diketahui masyarakat secara terbuka. Publikasi tersebut menjadi bagian dari transparansi sekaligus bahan evaluasi peningkatan pelayanan.
“Data itu juga menjadi acuan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan secara berkelanjutan,” ungkapnya, Senin (24/8).
Pada Triwulan I 2026, sejumlah indikator pelayanan RSUDMA mencatat capaian yang cukup tinggi. Kepatuhan penggunaan Formularium Nasional mencapai 95,28 persen dan pelaporan hasil laboratorium kritis 93,62 persen.
Kepatuhan jam visite dokter spesialis tercatat 87,45 persen selama periode tersebut. Sementara kepatuhan edukasi pasien mencapai 90,17 persen dan penerapan hand hygiene sebesar 96,34 persen.
Memasuki Triwulan II, kepatuhan penerapan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen. Kepatuhan pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap juga mencapai 95,14 persen.
Kecepatan penanganan pengaduan masyarakat tercatat 89,76 persen pada periode tersebut. Tingkat keterisian tempat tidur mencapai 76,85 persen dengan rata-rata lama perawatan 5,32 hari.
Pelayanan farmasi juga menjadi bagian indikator yang terus dipantau manajemen RSUDMA Sumenep. Penyediaan obat racikan rata-rata membutuhkan 18,45 menit, sedangkan obat nonracikan 26,32 menit.
Ketepatan jadwal tindakan operasi turut mencatat capaian positif sebesar 92,67 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penguatan efektivitas pelayanan kepada pasien.
“Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan,” katanya.
Capaian indikator mutu, kata Erliyati, merupakan hasil kerja kolektif seluruh tenaga kesehatan RSUDMA Sumenep. Setiap indikator menjadi gambaran komitmen rumah sakit dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami selalu berupaya menciptakan langkah terbaik menuju peningkatan mutu,” ujarnya.
Evaluasi indikator mutu akan dilakukan secara berkala pada seluruh unit pelayanan rumah sakit. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga budaya mutu sekaligus mendorong perbaikan secara berkesinambungan.
“Kami komitmen menghadirkan layanan yang aman dan bermutu,” pungkasnya. (*/bus)






