DKPP Sumenep Salurkan Bantuan Benih Bawang Merah, Porsi Anggaran Mencapai Rp2,4 Miliar

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEJABAT PUBLIK: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid. (Miftahol Rosiqin/Radarpantura.id)

PEJABAT PUBLIK: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid. (Miftahol Rosiqin/Radarpantura.id)

SUMENEP, radarpantura.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep mengelola anggaran penyaluran bantuan benih bawang merah sebesar Rp2,4 miliar. Bantuan tersebut menyasar kelompok tani dan kelompok masyarakat di enam kecamatan.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyebut anggaran pengadaan benih itu dipecah dua. Sebesar Rp2,16 miliar untuk kelompok tani (Poktan) dan sisanya sekitar Rp240 juta untuk kelompok kerja masyarakat (Pokkar).

“Bantuan disalurkan dalam bentuk benih bawang merah varietas lokal,” ungkapnya, Rabu (8/7).

Pria yang akrab disapa Inung itu merincikan sejumlah sasaran kecamatan penerima. Beberapa di antaranya adalah Kecamatan Lenteng, Rubaru, Ambunten, Pasongsongan, dan Guluk-Guluk.

“Proses pendistribusian sudah selesai Bulan Juni,” katanya.

Mengenai penetapan kecamatan penerima, diputuskan berdasar hasil sejumlah kajian matang. Beberapa kecamatan itu dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas bawang merah.

“Benih yang disalurkan adalah varietas lokal Rubaru,” ujarnya.

Varietas ini, lanjut Inung, memiliki ketahanan cukup baik terhadap cuaca ekstrem. Bahkan, tingkat produktivitasnya sangat bagus dan memiliki nilai ekonomi yang kian meningkat.

DKPP Sumenep menjadikan program tersebut sebagai upaya menjaga keberlangsungan varietas lokal Sumenep serta meningkatkan hasil panen. Sehingga, daya saing komoditas unggulan daerah bisa makin naik.

“Pemilihan varietas bawang merah ini sebagai upaya pemberdayaan dan mempertahankan varietas lokal,” tegasnya.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Rasidi, mengaku belum tahu betul terkait program tersebut. Dia mengatakan segera mempelajari sumber alokasi anggaran fantastis tersebut.

“Intinya pengawasan pasti kami lakukan. Makanya saya perlu mempelajari lagi, anggarannya bersumber dari APBD atau dana pusat,” ucapnya. (mif/bus)

Berita Terkait

Gus Navis Melaju Sendiri Menuju Kursi Ketua DPD Golkar Sumenep
Seleksi Pengisian Empat Kursi Pimpinan OPD Sumenep Nihil Pendaftar
BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak
Operasionalisasi Fasilitas RDF di TPA Sumenep Macet, DLH Berdalih Akibat Perbaikan Bangunan
Kerja Sama DLH Sumenep dengan PT SBI Tak Tuntas, 40 Ton RDF Tak Terjual
DJP Gandeng TNI-Polri Terkait Pajak, KP2KP Sumenep Berdalih untuk Pengamanan
Biosolar B50 Mulai Beredar di Seluruh SPBU Sumenep
Program MBG Tak Berikan Dampak pada Harga Komoditas

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:20

Gus Navis Melaju Sendiri Menuju Kursi Ketua DPD Golkar Sumenep

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:27

Seleksi Pengisian Empat Kursi Pimpinan OPD Sumenep Nihil Pendaftar

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:36

BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:47

Operasionalisasi Fasilitas RDF di TPA Sumenep Macet, DLH Berdalih Akibat Perbaikan Bangunan

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:45

Kerja Sama DLH Sumenep dengan PT SBI Tak Tuntas, 40 Ton RDF Tak Terjual

Berita Terbaru