Gaet Pemuda Lewat Diskusi Sambil Ngopi, Tim Pasangan MaJu Buat Program “Soddhu’ Mathur”

Jumat, 4 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN, beritadata.id – Tahapan Pilkada Bangkalan masuk masa kampanye. Para kontestan berlomba-lomba membuat acara agar bisa meraih simpati khalayak.

Seperti yang dilakukan Tim Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan Mathur-Jayus (MaJu) yang membuat program “Soddhu’ Mathur”.

“Soddhu'” dalam artian bahasa Indonesia adalah “Coblos”. Acara tersebut dikemas dengan diskusi santai sambil ngopi bersama para pemuda dan mahasiswa di sebuah Cafe di Bangkalan, Jumat (4/10/2024).

Menurut Mathur Husyairi Ide ini muncul sebagai upaya untuk menyapa kawula muda di Kabupaten Bangkalan melalui diskusi yang tetap membahas hal-hal kompleks.

Acara ini adalah yang pertama kalinya diadakan. Ke depannya, acara ini direncanakan akan berlangsung satu atau dua minggu sekali untuk menyapa pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Bangkalan dengan tema yang bebas.

“Karena sekarang sudah masuk masa kampanye, saya lebih suka forum-forum seperti ini karena berhadapan langsung dengan konstituen, terutama yang berpendidikan,” ujarnya.

Mathur menambahkan bahwa forum seperti ini memungkinkan audiens untuk menyampaikan kritik langsung kepadanya.

“Kita juga mendapat umpan balik untuk melakukan dialog, yang tentunya ini bagian dari proses belajar untuk membangun Bangkalan secara partisipatif. Ini hanya masalah nama saja, kita sebut apa pun tidak masalah. Yang penting adalah kesadaran dan rasionalitas mereka,” tambahnya.

Kegiatan seperti ini diharapkan membuat masyarakat lebih mengenal langsung calon-calon pemimpin mereka. Forum seperti ini juga memungkinkan kritik langsung, karena selama ini pemerintah Bangkalan terlihat alergi dengan kritik. Mathur menegaskan, jika dirinya ditakdirkan menjadi Bupati Bangkalan, ia akan membuka forum minimal satu bulan sekali.

“Kita akan mengundang teman-teman dari semua komunitas secara bergantian sesuai dengan OPD-nya. Misalnya, yang fokus di kesenian, kita undang teman-teman dari bidang kesenian. Yang di bagian investasi, kita undang anak-anak muda kreatif. Semua disesuaikan dengan OPD yang ada, duduk bersama, dan menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan. Ini harus kita evaluasi secara berkala,” pungkasnya. (Red)

Berita Terkait

Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN
Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga
Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran
Kawal Kelangkaan BBM Bersubsidi, Bemsu Demo Kantor DPRD dan Bupati Sumenep
Proyek SRT Sumenep Disediakan Anggaran Ratusan Miliar, Status Lahan Masih Bermasalah
Pesan Barang Tanpa Bayar, Pedagang Kelontong di Sumenep Jadi Korban Penipuan
Jalan Poros Kecamatan Rusak Parah, Warga Patungan Lakukan Perbaikan
SPPG Aeng Merah Akui Belum Bangun IPAL, Limbah Dibuang ke Sumur Mati

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52

Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:28

Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:47

Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran

Senin, 6 Juli 2026 - 11:13

Kawal Kelangkaan BBM Bersubsidi, Bemsu Demo Kantor DPRD dan Bupati Sumenep

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:07

Proyek SRT Sumenep Disediakan Anggaran Ratusan Miliar, Status Lahan Masih Bermasalah

Berita Terbaru