SUMENEP, Radarpantura.id – Seleksi terbuka empat jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Sumenep masih sepi peminat. Hingga pekan kedua pendaftaran, belum ada satu pun aparatur sipil negara (ASN) mengajukan berkas calon peserta.
Pemkab Sumenep membuka seleksi terbuka untuk mengisi empat organisasi perangkat daerah (OPD) yang hingga kini masih dipimpin pelaksana tugas (Plt). Seluruh tahapan seleksi dijadwalkan berlangsung sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Empat OPD tersebut meliputi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub).
Masa pendaftaran dijadwalkan selama 15 hari, mulai 20 Juli hingga 2 Agustus 2026. Namun, hingga Selasa (28/7), belum ada peserta yang mendaftarkan diri.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Benny Irawan, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya calon peserta dimungkinkan sedang melengkapi persyaratan administrasi.
“Sampai saat ini masih nihil,” ujarnya, Selasa (28/7).
Benny menjelaskan, setiap peserta diperbolehkan mendaftar maksimal dua jabatan. Apabila lolos pada dua formasi sekaligus, keputusan penempatan akan ditentukan panitia seleksi (pansel).
BKPSDM, lanjut Benny, hanya bertugas memfasilitasi proses administrasi. Seluruh tahapan penilaian kompetensi hingga penetapan hasil seleksi menjadi kewenangan penuh pansel.
Panitia seleksi terdiri atas lima orang dari berbagai unsur. Sekretaris Daerah Sumenep, Agus Dwi Saputra, dimandatkan sebagai ketua pansel.
Sementara empat anggota lainnya berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) serta kalangan akademisi dari Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
“Keterlibatan unsur eksternal itu diharapkan menjamin proses seleksi berlangsung objektif dan profesional,” kata Benny.
Ketua Pansel, Agus Dwi Saputra, belum bisa dikonfirmasi. Dia tidak merespons saat dihubungi melalui pesan Whatsapp. (mif/bus)






