PHE WMO Wujudkan Pertanian Berkelanjutan, Raih PROPER Emas 2024

Selasa, 25 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN, beritadata.id – PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), bagian dari Zona 11 Regional Indonesia Timur, kembali mencetak prestasi dengan meraih penghargaan tertinggi PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2024. 

Kesuksesan ini tidak terlepas dari implementasi program inovatif bertajuk Eco Edufarming di Desa Bandangdaja, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Program ini berhasil memberdayakan Kelompok Tani Bumi Sentosa Sejahtera (BSS) yang terdiri dari 28 anggota dengan memanfaatkan lahan kritis melalui pendekatan teknologi dan keberlanjutan. 

Dengan dukungan PHE WMO, lahan yang sebelumnya tandus kini menjadi produktif, menghasilkan panen melimpah dari tanaman hortikultura seperti melon, cabai, dan tomat.

Dari Lahan Kritis ke Produktivitas Tinggi

Desa Bandangdaja awalnya menghadapi banyak tantangan, termasuk kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan tingginya ketergantungan pada pasokan sayur dan buah dari luar pulau. 

Ditambah lagi, limbah ternak yang tidak dimanfaatkan optimal turut menjadi kendala. Namun, melalui Eco Edufarming, masalah ini mulai teratasi.

Program ini menggunakan pendekatan regeneratif dengan pemanfaatan teknologi tepat guna. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah alat soil nutrient sensor, yang membantu petani memahami kebutuhan nutrisi tanah untuk hasil panen maksimal. 

Selain itu, metode rain harvesting dan atmosphere harvesting diperkenalkan untuk mengatasi kekurangan air di musim kemarau. Limbah ternak sebesar 95,8 ton pun dimanfaatkan menjadi pupuk organik, yang meningkatkan kesuburan tanah.

“Kami memperkenalkan pembuatan pupuk organik cair (POC), mikroorganisme lokal (MOL), hingga teknologi silase untuk meningkatkan produktivitas peternakan dan pertanian,” ujar M Basuki Rakhmad, Manager WMO Field.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Program ini tidak hanya berfokus pada pertanian, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang signifikan. 

Ketua Kelompok Tani Bumi Sentosa Sejahtera, Ahmad Marnawi, mengungkapkan bahwa masyarakat kini mampu menanam berbagai tanaman hortikultura dengan metode intensifikasi, yang memungkinkan satu lubang ditanami dua jenis tanaman. Hal ini berhasil meningkatkan pendapatan petani hingga Rp 156 juta per tahun.

Lebih dari 30 kelompok tani di daerah lain telah mereplikasi program ini, menjadikan Eco Edufarming sebagai model pengembangan pertanian berkelanjutan. 

Program ini juga menarik perhatian akademisi, dengan lebih dari 60 sekolah mengunjungi demplot untuk mempelajari metode pertanian organik.

Penghargaan untuk Upaya Berkelanjutan

Keberhasilan program Eco Edufarming juga mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan Indonesia Sustainable Development Goals Award. Program ini mendukung pencapaian Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan Tujuan 15 (Ekosistem Daratan) dari SDGs.

“Kami tidak hanya ingin program ini bermanfaat bagi penerima langsung, tetapi juga menjadi inspirasi untuk menciptakan efek berganda yang positif bagi masyarakat luas,” ungkap Zulfikar Akbar, General Manager Zona 11.

Dengan penghargaan PROPER Emas 2024, PHE WMO membuktikan komitmennya terhadap lingkungan dan keberlanjutan. 

“Apa yang kami lakukan bukan sekadar untuk mendapatkan apresiasi, tetapi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Itulah kepuasan terbesar kami,” pungkas Zulfikar.

Informasi Tambahan

Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina mengelola wilayah kerja yang tersebar di Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua. Wilayah ini mencakup Zona 11 hingga Zona 14, dengan fokus pada pengelolaan migas baik di darat maupun lepas pantai.

Berita Terkait

BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak
DJP Gandeng TNI-Polri Terkait Pajak, KP2KP Sumenep Berdalih untuk Pengamanan
Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN
Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga
Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran
Kawal Kelangkaan BBM Bersubsidi, Bemsu Demo Kantor DPRD dan Bupati Sumenep
Proyek SRT Sumenep Disediakan Anggaran Ratusan Miliar, Status Lahan Masih Bermasalah
Pesan Barang Tanpa Bayar, Pedagang Kelontong di Sumenep Jadi Korban Penipuan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:36

BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52

Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:28

Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:47

Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran

Senin, 6 Juli 2026 - 11:13

Kawal Kelangkaan BBM Bersubsidi, Bemsu Demo Kantor DPRD dan Bupati Sumenep

Berita Terbaru