Bantuan PKH Dibekukan Akibat Judol, Pendamping Tak Ketahui Rekap KPM Bermasalah

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEPI: Tukang becak melintas di depan Kantor Dinsos P3A Sumenep, Senin (21/9). (Miftahol Rosiqin/Radarpantura.id)

SEPI: Tukang becak melintas di depan Kantor Dinsos P3A Sumenep, Senin (21/9). (Miftahol Rosiqin/Radarpantura.id)

SUMENEP, Radarpantura.id – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) membekukan sebagian penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan. Pasalnya, terdapat sejumlah data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terindikasi melakukan transaksi judi online (judol).

Meskipun begitu, KPM diminta untuk tidak bersikap panik. Sebab data KPM yang tercatat berstatus exclude itu tidak semerta-merta dihapus dari daftar penerima bantuan sosial (bansos).

Pendamping PKH Sumenep, Hairullah, mengatakan tiap KPM memiliki hak sanggah. Tujuannya yaitu untuk memperbaiki status data dirinya dari sebelumnya tercatat KPM terindikasi bertransaksi judol menjadi bersih alias dapat menerima bansos kembali.

Menurut Hairullah, KPM bersangkutan dapat menyertakan bukti hingga penjelasan lengkap bahwa benar-benar tidak terlibat judol. Mekanisme sanggah itu bisa dilakukan melalui berbagai macam cara sesuai sistem yang telah disediakan oleh pemerintah.

Beberapa di antaranya meliputi penyanggahan lewat sistem Cek Bansos yang dapat dilakukan secara mandiri. Berikutnya dapat dilakukan melalui sistem Perlinsos, atau juga bisa lewat bantuan operator desa memakai sistem SIK-Next Generation (SNG).

“Nantinya KPM akan mendapatkan sosialisasi dan menandatangani berita acara,” ungkapnya, Senin (21/9).

Setelah proses sanggah dilakukan, maka berlanjut ke tahap peninjauan di tingkat Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep. Baru kemudian dapat dikeluarkan rekomendasi dari organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut untuk diajukan kembali kepada Kemensos.

Hairullah mengatakan belum tahu pasti jumlah KPM di Kabupaten Sumenep yang terindikasi tersangkut transaksi judol. Menurutnya, data tersebut hanya bisa diakses oleh operator desa dan operator di Dinsos P3A Sumenep.

Sementara itu, dia menyebut data KPM terindikasi transaksi judol di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep. Data KPM bermasalah terkait transaksi judol di sana mencapai sebanyak 25 Kartu Keluarga (KK).

“Tidak semuanya benar-benar main judol. Ada yang memang menyanggah,” jelasnya.

Dia mencontohkan, terdapat anak dari KPM yang bekerja di Jakarta dan menggunakan layanan dompet digital untuk melakukan transaksi. Aktivitas itu kemudian masuk dalam pola transaksi yang terindikasi judi online.

“Makanya Kemensos memberikan sanggah,” pungkasnya. (mif/bus)

Berita Terkait

Wabup Nahkodai DPC Partai Gerindra Sampang
Dr. Naghfir Raih Juara 1
Hari Jadi ke-757 Sumenep, SDN Pangarangan 1 Kenalkan Sejarah Keraton kepada Siswa
BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag
BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026
Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi
DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian
DKPP Sumenep Gencarkan Swasembada Pangan, Pendampingan Petani dan Demfarm Diperkuat

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:43

Wabup Nahkodai DPC Partai Gerindra Sampang

Minggu, 1 November 2026 - 02:25

Dr. Naghfir Raih Juara 1

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13

Hari Jadi ke-757 Sumenep, SDN Pangarangan 1 Kenalkan Sejarah Keraton kepada Siswa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:26

BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:23

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Berita Terbaru

SOLID: Ketua DPC Partai Gerindra Sampang H. Ahmad Mahfudz (berkaca mata) berfoto bersama dengan anggota fraksi usai menerima SK.

Daerah

Wabup Nahkodai DPC Partai Gerindra Sampang

Senin, 2 Nov 2026 - 18:43

Inspiratif: Dr. Naghfir saat menerima penghargaan dari Pemerintah Daerah sebagai Juara 1 mitra pembayar BPHTB terbesar.

Daerah

Dr. Naghfir Raih Juara 1

Minggu, 1 Nov 2026 - 02:25

BERPRESTASI: Jajaran Direksi BPRS Bhakti Sumekar menunjukkan piagam penghargaan Excellent Performance Sharia Rural Economic Bank Sharia Award 2026 yang digelar oleh Majalah Infobank di Jakarta, Kamis (8/10).

Daerah

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 05:23