Pemkab Sumenep Perkuat Akuntabilitas Kinerja OPD, Bappeda Fokus Pengawasan Program

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto

SUMENEP, Radarpantura.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep memperkuat akuntabilitas kinerja seluruh organisasi perangkat daerah sebagai prioritas pada 2026. Langkah itu ditempuh untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), pemerintah memperketat sistem pengawasan dan evaluasi program. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola birokrasi yang transparan dan profesional.

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan penguatan akuntabilitas menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah. Upaya itu sejalan dengan penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

“Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas birokrasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah,” tuturnya.

Menurut Arif, birokrasi modern tidak hanya dinilai dari capaian program pembangunan. Setiap kebijakan juga harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat secara terbuka.

Bappeda kini melakukan pemantauan intensif terhadap pelaksanaan program di seluruh OPD. Pengawasan dilakukan dengan mencocokkan dokumen perencanaan dan realisasi di lapangan.

Langkah tersebut bertujuan memastikan seluruh program berjalan sesuai target pembangunan. Pemerintah juga ingin mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan.

“Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan target pembangunan tercapai sesuai indikator kinerja yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Arif menegaskan sinkronisasi antara perencanaan dan pelaksanaan menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Program yang tidak selaras dengan perencanaan dinilai berpotensi tidak efektif.

Ia menambahkan keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari penyerapan anggaran. Dampak program terhadap masyarakat juga menjadi indikator utama keberhasilan pemerintah.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingkat penyerapan anggaran, tetapi juga capaian program dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain evaluasi program, Bappeda juga memperkuat sistem pelaporan seluruh perangkat daerah. Laporan yang akurat dan tepat waktu dinilai penting untuk mendeteksi kendala sejak dini.

Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat segera mengambil langkah perbaikan bila ditemukan hambatan. Cara itu diharapkan menjaga pelayanan publik dan pembangunan tetap berjalan optimal.

“Dengan mekanisme ini, pelayanan publik dan target pembangunan diharapkan tetap berjalan optimal tanpa terganggu berbagai hambatan di lapangan,” harapnya.

Arif menegaskan akuntabilitas kinerja merupakan fondasi pemerintahan yang bersih dan profesional. Seluruh OPD juga didorong meningkatkan kapasitas SDM agar mampu menjalankan program secara terukur dan transparan.

“Kinerja yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” pungkasnya. (*/bus)

Berita Terkait

25 Pejabat Dirotasi, Bupati Sumenep Tekankan Optimalisasi Kinerja
Rotasi Lima Pejabat Pemkab Sumenep, Bupati Fauzi Minta Genjot Pelayanan Publik
Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN
Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga
PPSE Sumenep Tersendat, Sosialisasi Pemerintah Dituding Lemah
Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran
DKPP Sumenep Salurkan Bantuan Benih Bawang Merah, Porsi Anggaran Mencapai Rp2,4 Miliar
Dukung Proyek Strategis Nasional, Bappeda Perkuat Validitas Data OPD

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:58

25 Pejabat Dirotasi, Bupati Sumenep Tekankan Optimalisasi Kinerja

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:55

Rotasi Lima Pejabat Pemkab Sumenep, Bupati Fauzi Minta Genjot Pelayanan Publik

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52

Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:28

Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:43

PPSE Sumenep Tersendat, Sosialisasi Pemerintah Dituding Lemah

Berita Terbaru