Bappeda Sumenep Integrasikan Perspektif Gender dalam Pembangunan Daerah

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto

SUMENEP, Radarpantura.id – Pemkab Sumenep mempercepat implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG). Regulasi tersebut diarahkan memastikan pembangunan berlangsung adil, inklusif, dan memberi manfaat setara.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan PUG bukan sekadar kebijakan yang berkaitan dengan perempuan. Perspektif gender diperlukan agar kebijakan pemerintah mampu menjawab kebutuhan laki-laki dan perempuan secara proporsional.

“Perda ini menjadi pedoman seluruh perangkat daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih inklusif,” ungkapnya.

Menurut Arif, seluruh organisasi perangkat daerah wajib mengintegrasikan perspektif gender sejak tahap perencanaan. Penerapannya juga mencakup penganggaran, pelaksanaan program, hingga evaluasi pembangunan.

Pembangunan daerah, kata dia, harus mampu menjawab kebutuhan seluruh kelompok masyarakat tanpa diskriminasi. Implementasi PUG diharapkan meningkatkan kualitas perencanaan sekaligus memperkuat ketepatan sasaran program pemerintah.

Kebijakan responsif gender juga dinilai mampu mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat. Efektivitas program pemerintah diharapkan meningkat ketika kebutuhan kelompok masyarakat menjadi bagian perencanaan.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar substansi perda berjalan secara optimal,” ucapnya.

Perda Nomor 4 Tahun 2023 mengatur pelembagaan PUG dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Regulasi tersebut menjadi tindak lanjut amanat nasional terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Komitmen Bappeda Sumenep dalam mendorong PUG turut mendapat apresiasi tingkat nasional. Arif Firmanto menerima penghargaan Gender Champions 2025 atas komitmen tersebut.

“Penghargaan itu berkat konsistensi kami dalam mengintegrasikan perspektif gender pada perencanaan hingga evaluasi pembangunan daerah,” pungkasnya. (*/bus)

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Dorong Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Kendalikan Angka Kemiskinan Sumenep, Bappeda Dorong Intervensi Berbasis Wilayah
Bappeda Sumenep Raih Stand Terbaik MNV 2026
Hari Kesaktian Pancasila, Bappeda Sumenep Ajak Perkuat Gotong Royong
Bappeda Sumenep Kawal Pembangunan dari Perencanaan hingga Evaluasi
Kepala Bappeda Sumenep Ajak Generasi Muda Lestarikan Batik, Bukan Sekadar Dipakai
Air Bersih dan Ketahanan Pangan di Sumenep Jadi Perhatian Bappenas
Hilirisasi Garam Sumenep Mulai Dikaji, Bappeda Sumenep dan Bappenas Bahas Produk Premium hingga Garam SPA

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:14

Bappeda Sumenep Dorong Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:10

Kendalikan Angka Kemiskinan Sumenep, Bappeda Dorong Intervensi Berbasis Wilayah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:06

Bappeda Sumenep Raih Stand Terbaik MNV 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:03

Hari Kesaktian Pancasila, Bappeda Sumenep Ajak Perkuat Gotong Royong

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:57

Bappeda Sumenep Kawal Pembangunan dari Perencanaan hingga Evaluasi

Berita Terbaru

KOMPAK: Pegawai Bappeda Sumenep berfoto bersama di depan stand. (Bappeda Sumenep for Radarpantura.id)

Daerah

Bappeda Sumenep Raih Stand Terbaik MNV 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:06