Hari Jadi ke-757 Sumenep, SDN Pangarangan 1 Kenalkan Sejarah Keraton kepada Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NUANSA KERATON: Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), RBMS Hadi Pradipta memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke 757 Kabupaten Sumenep tahun 2026 di SDN Pangarangan 1, Sabtu (31/10). (SDN Pangarangan 1 Sumenep for Radarpantura.id)

NUANSA KERATON: Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), RBMS Hadi Pradipta memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke 757 Kabupaten Sumenep tahun 2026 di SDN Pangarangan 1, Sabtu (31/10). (SDN Pangarangan 1 Sumenep for Radarpantura.id)

SUMENEP, Radarpantura.id – Peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep di SDN Pangarangan 1 tak sekadar seremoni. Sekolah tersebut memanfaatkan upacara sebagai ruang pendidikan karakter melalui pengenalan adab, sejarah, dan budaya keraton, Sabtu (31/10).

Nuansa budaya lokal mewarnai pelaksanaan upacara yang diiringi musik tradisional gamelan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah mengenalkan warisan budaya Sumenep kepada siswa sejak dini.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), RBMS Hadi Pradipta, bertindak sebagai pembina upacara. Alumnus SDN Pangarangan 1 itu kembali ke almamaternya untuk berbagi pengetahuan tentang kearifan lokal, seni, adat, dan budaya Sumenep.

Dalam amanatnya, Gus Hadi menekankan pentingnya pendidikan nonakademis dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, pengenalan tradisi leluhur perlu diperkuat di tengah dukungan guru terhadap kemampuan akademis siswa.

Ia mengingatkan prinsip adab sebelum ilmu sebagai landasan pendidikan yang tidak sekadar mengejar kecerdasan akademis. Nilai tersebut, katanya, dapat ditanamkan melalui lingkungan terdekat, termasuk hubungan dengan tetangga.

Gus Hadi juga memperkenalkan Sultan Abdurrahman sebagai salah satu figur penting dalam sejarah Keraton Sumenep. Ia mengajak siswa meneladani sosok tersebut yang memiliki keilmuan sebagai ulama sekaligus kecakapan sebagai umara atau pemimpin pemerintahan.

Menurutnya, sejarah kerajaan perlu dikenalkan melalui nilai intelektual, kepemimpinan, keadilan, dan kemakmuran. Ia mencontohkan kemampuan Sultan Abdurrahman menguasai lebih dari tujuh bahasa meski fasilitas pada zamannya terbatas.

Sultan Abdurrahman juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan Thomas Stamford Raffles. Sosok tersebut turut menjadi salah satu rujukan penulisan buku The History of Java.

“Kalau dahulu Sultan Abdurrahman dengan fasilitas yang sangat terbatas mampu menguasai banyak bahasa dan memiliki pengetahuan luas, maka generasi sekarang dengan fasilitas pendidikan dan akses informasi yang jauh lebih lengkap seharusnya memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang,” katanya.

Gus Hadi menegaskan, pengenalan sejarah kerajaan kepada anak-anak harus menitikberatkan nilai luhur yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut dinilai lebih penting daripada sekadar menyampaikan cerita masa lalu yang sulit dibuktikan.

Sebagai bagian dari Dewan Pengurus Pusat MAKN, Gus Hadi mengapresiasi perhatian SDN Pangarangan 1 terhadap pelestarian seni dan budaya Sumenep. Pihaknya menyatakan siap mendukung program sekolah yang berkaitan dengan adat, budaya, dan peninggalan leluhur.

Sementara itu, Kepala SDN Pangarangan 1 Andilala melihat potensi pengembangan sekolah berbasis budaya dan adab. Ia mulai menjabat sebagai kepala sekolah tersebut pada 12 Oktober 2026.

“Saya melihat ada potensi besar, baik dari internal sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga wali murid, maupun dari eksternal. Kami ingin mengembangkan SDN Pangarangan 1 menjadi sekolah yang memiliki karakter budaya dan adab Keraton Sumenep,” ungkap Andilala.

Salah satu program yang direncanakan ialah memberikan nama raja dan adipati Sumenep kepada setiap kelas. Dengan total 15 ruang kelas, sekolah berencana mengenalkan para pemimpin Sumenep beserta sejarah dan nilai keteladanan mereka.

“Harapan kami, warisan intelektual raja-raja Sumenep bisa tersampaikan kepada anak-anak, sehingga mereka memiliki figur panutan dan semakin terinspirasi untuk belajar serta mengembangkan diri,” pungkasnya. (*/bus)

Berita Terkait

BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag
BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026
Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi
DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian
DKPP Sumenep Gencarkan Swasembada Pangan, Pendampingan Petani dan Demfarm Diperkuat
DKPP Sumenep Kebut Realisasi Program DBHCHT 2026
DKPP Sumenep Genjot Irigasi Tenaga Surya untuk Lahan Pertanian
DKPP Sumenep Perluas Jangkauan Air, Bidik Lahan Tidur Jadi Produktif

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13

Hari Jadi ke-757 Sumenep, SDN Pangarangan 1 Kenalkan Sejarah Keraton kepada Siswa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:26

BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:23

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:20

Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:17

DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian

Berita Terbaru

BERPRESTASI: Jajaran Direksi BPRS Bhakti Sumekar menunjukkan piagam penghargaan Excellent Performance Sharia Rural Economic Bank Sharia Award 2026 yang digelar oleh Majalah Infobank di Jakarta, Kamis (8/10).

Daerah

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 05:23