SUMENEP, Radarpantura.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep menargetkan seluruh program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026 rampung November. Pekerjaan fisik menjadi satu-satunya kegiatan yang masih dalam proses penyelesaian.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, anggaran DBHCHT tahun ini mencapai sekitar Rp3 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung pengembangan sektor tembakau dan memenuhi kebutuhan petani.
Program yang dibiayai meliputi pembangunan infrastruktur, sekolah lapang tembakau, pembibitan, serta bantuan pupuk. Chainur menyebut sebagian besar kegiatan telah selesai, sedangkan pekerjaan fisik masih berlangsung.
“Yang belum selesai tinggal program fisik, yang lainnya sudah dituntaskan,” katanya.
DKPP Sumenep terus mempercepat pelaksanaan kegiatan agar seluruh program selesai sesuai jadwal. Pemerintah daerah menargetkan seluruh kegiatan yang bersumber dari DBHCHT tahun anggaran 2026 tuntas pada November.
“Sekarang sudah berjalan, tinggal menunggu penyelesaian,” tegasnya.
Chainur menegaskan, penggunaan DBHCHT diarahkan untuk mendukung sektor pertanian, khususnya petani tembakau. Pelaksanaan setiap kegiatan dipastikan mengacu pada perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
“Kami pastikan prosesnya sesuai target yang sudah ditentukan,” pungkasnya. (*/bus)






