SUMENEP, Radarpantura.id – Realisasi luas tanam di Sumenep baru mencapai 12.836 hektare hingga September 2026, dari target tahunan 40.548,28 hektare. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep memperkuat pendampingan petani untuk mendorong pencapaian target swasembada pangan.
Capaian tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap program swasembada pangan nasional. Peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian menjadi fokus untuk memperkuat ketersediaan pangan daerah.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, penguatan program dilakukan melalui sosialisasi kepada petani di sejumlah wilayah sasaran. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan luas tanam sekaligus mengoptimalkan hasil produksi pertanian.
“Upaya penguatan terus kami lakukan, salah satunya melalui sosialisasi ke sejumlah wilayah yang menjadi cakupan program swasembada pangan,” terangnya.
Selain sosialisasi, DKPP mengembangkan program pendukung untuk memperkuat penerapan budi daya pertanian. Salah satunya ialah demfarm PM-AAS sebagai percontohan budi daya padi modern di Kota Keris.
“Kami berharap program ini bisa menjadi pembelajaran bagi petani untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil tanam,” ujarnya.
Chainur menjelaskan, program swasembada pangan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia untuk mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Peningkatan kapasitas petani dan pendampingan berkelanjutan dinilai penting untuk mencapai sasaran produksi.
“Melalui produksi pangan yang lebih baik, tentunya daerah akan mampu mencapai target swasembada pangan,” tegasnya.
Chainur optimistis penguatan budi daya dan pendampingan petani dapat membantu Sumenep mencapai target swasembada pangan. Peningkatan produksi juga diharapkan berdampak pada kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.
“Harapannya, dengan upaya maksimal semua akan memenuhi sesuai target tanam yang ditentukan tanpa ada kendala,” pungkasnya. (*/bus)






