Bappeda Sumenep Andalkan Data BPS untuk Redam Laju Inflasi

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto

SUMENEP, Radarpantura.id Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pijakan utama dalam menyusun kebijakan ekonomi daerah. Langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat pengendalian inflasi yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Sumenep.

Kepala Bappeda Sumenep Arif Firmanto mengatakan, data statistik menjadi instrumen penting dalam proses perencanaan pembangunan. Informasi tersebut digunakan untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran sesuai kondisi riil masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengendalikan inflasi, terutama pada komoditas yang memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan harga.

“Data inflasi ini menjadi bahan evaluasi dan dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya.

Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus melakukan langkah-langkah pengendalian. Hal itu bertujuan untuk menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat tidak terganggu.

Arif menegaskan, kebijakan pembangunan harus mampu mengantisipasi berbagai tantangan ekonomi. Terutama pada suatu hal yang dapat memengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, data BPS menunjukkan inflasi tahunan Kabupaten Sumenep pada Mei 2026 mencapai 5,12 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.

Bahkan, angka inflasi Sumenep tercatat lebih tinggi dari rata-rata inflasi provinsi sebesar 3,49 persen. Termasuk juga melampaui angka nasional yang berada di 3,08 persen.

Sementara itu, inflasi bulanan tercatat sebesar 0,16 persen, sedangkan inflasi tahun berjalan mencapai 2,07 persen. Capaian tersebut juga menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.

BPS mencatat emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,45 persen. Kenaikan harga juga dipengaruhi komoditas beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng. (*/bus)

Berita Terkait

Mahsun Sowan ke Zulhas, Sinyal Serius Bidik Kursi DPRD Jatim
RSUDMA Sumenep Tunjukkan Kualitas Layanan, Indikator Mutu Berada di Atas 90 Persen
Hari Pramuka 2026, Bappeda Sumenep Dorong Pemuda Ambil Peran dalam Pembangunan
Refleksi Kemerdekaan Jadi Momentum Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan
Canangkan Reaktivasi PosCurhat, Bappeda Sumenep Buka Ruang Aspirasi Perempuan
PUG Didorong Sampai Desa, Bappeda Sumenep Tekankan Kesetaraan dalam Pembangunan
Bappeda Sumenep Integrasikan Perspektif Gender dalam Pembangunan Daerah
Pendidikan Sumenep Diperkuat, Bappeda Bidik SDM Berdaya Saing

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:39

Mahsun Sowan ke Zulhas, Sinyal Serius Bidik Kursi DPRD Jatim

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:21

RSUDMA Sumenep Tunjukkan Kualitas Layanan, Indikator Mutu Berada di Atas 90 Persen

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:19

Hari Pramuka 2026, Bappeda Sumenep Dorong Pemuda Ambil Peran dalam Pembangunan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:17

Refleksi Kemerdekaan Jadi Momentum Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:15

Canangkan Reaktivasi PosCurhat, Bappeda Sumenep Buka Ruang Aspirasi Perempuan

Berita Terbaru