SUMENEP, Radarpantura.id – Malam puncak Semarak Kemerdekaan Gemilang Nusantara suguhkan hiburan meriah. Agenda tersebut menjadi ruang apresiasi peserta didik sekaligus memperkuat kepedulian sosial lembaga pendidikan.
Kegiatan berlangsung di halaman sekretariat Bimbel Gemilang Nusantara, Perum Satelit Permai, Pabian, Sumenep.
Malam puncak diikuti peserta didik serta masyarakat sekitar pada Minggu malam (23/8).
Pimpinan Bimbel Gemilang Nusantara, Aldania Silvia Amrullah Azis, menyebut malam puncak menjadi ruang apresiasi peserta didik. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara lembaga pendidikan dan masyarakat.
“Malam puncak diisi dengan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial lembaga,” ungkapnya.
Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan musik tongtong tradisional Lanceng Sumekar. Pertunjukan tersebut mendapat antusiasme masyarakat yang hadir di lokasi kegiatan.
“Kami juga membagikan hadiah kepada para pemenang lomba,” katanya.
Aldania menjelaskan, rangkaian perlombaan berlangsung selama dua hari dengan peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Peserta berasal dari jenjang PAUD, TK, hingga sekolah dasar.
“Kegiatan ini menjadi ajang mengasah bakat sekaligus mempererat silaturahmi antar peserta didik,” ucapnya.
Menurut Aldania, kegiatan serupa akan terus dikembangkan dengan konsep yang lebih kreatif dan edukatif. Setiap agenda diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan keterampilan sekaligus kreativitas peserta didik.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari kontribusi Gemilang Nusantara terhadap perkembangan pendidikan di Sumenep. Pendidikan nonformal dinilai memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang kemampuan anak.
“Kami komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik di bidang pendidikan, khususnya di Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
Gemilang Nusantara juga menyediakan program bimbingan belajar gratis bagi siswa yatim dan piatu. Program tersebut menyasar siswa kurang mampu yang menghadapi keterbatasan ekonomi maupun kondisi lainnya.
“Kami ingin siswa yang memiliki kemauan belajar tetap mendapat kesempatan berkembang meskipun terbatas secara ekonomi,” pungkasnya. (*/bus)






