SUMENEP, radarpantura.id – Pembangunan Jalan Lingkar Bandara Trunojoyo Sumenep disediakan dana cukup besar. Proyek fisik yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep itu, mendapat porsi Rp2,6 miliar.
Kabid Binamarga DPUTR Sumenep, Slamet Supriyadi, mengatakan anggaran miliaran itu untuk timbunan dan pembentukan badan jalan. Sedangkan biaya pengaspalan, tidak termasuk dalam alokasi tersebut.
“Pengerjaannya sudah dimulai 2 Juni 2026 dan ditargetkan selesai 30 September,” ujarnya, Kamis (9/7).
Menurut Jufri, sapaan akrab Salamet Supriyadi, porsi anggaran yang diperlukan sepenuhnya hingga pengaspalan jauh lebih besar. Dia memperkirakan nilainya bisa sampai Rp19 miliar.
“Saat ini belum ada anggarannya jika sebesar itu,” jelasnya.
Ruas Jalan Lingkar Bandara diproyeksikan sebagai penghubung dua desa lintas kecamatan. Meliputi Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep, dengan Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget.
“Panjang jalan mencapai 292 meter dan lebarnya sekitar 15 meter,” sebutnya.
Target tuntas penggarapan megaproyek hingga pengaspalan belum bisa dipastikan. Alasan mendasar yang sampai sekarang menjadi kendala adalah soal keterbatasan anggaran.
“Kemungkinan tahun depan akan dianggarkan kembali,” jelasnya.
Anggota Komisi III DPRD Sumenep, Akhmadi Yasid, mengingatkan pemerintah daerah agar merealisasikan program dengan maksimal. Anggaran besar yang dialokasikan harus benar-benar mampu memberikan manfaat terhadap masyarakat.
“Kami akan mengawasi proses pengerjaannya. Program fisik itu jangan sampai menjadi proyek gagal,” tegasnya. (mif/bus)






