SUMENEP, Radarpantura.id – Polisi Sektor (Polsek) Kota Sumenep angkat bicara terkait maraknya kasus penipuan. Khususnya yang menyasar sejumlah toko kelontong di wilayah Kabupaten Sumenep.
Sebelumnya, aksi penipuan dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) kepada pemilik toko kelontong dengan modus sebagai pembeli. Pasalnya, pelaku memesan barang lalu membawa kabur belanjaan tanpa membayar.
Kasus itu pun mendapat tanggapan dari Pelaksana Sementara (Ps) Kepala Unit Pembinaan Masyarakat (Kanit Binmas) Polsek Kota Sumenep, Aipda Sugianto. Kata dia, pengawasan di wilayah sektor kota memang belum maksimal karena terkendala keterbatasan personel.
“Terus terang, di Polsek Kota sendiri jumlah Bhabinkamtibmas hanya lima orang, dan itu masih kurang,” ujarnya, Selasa (30/6).
Karena itu, agenda patroli kamtibmas di wilayah kota sejauh ini dilakukan langsung oleh personel dari Polres Sumenep. Meskipun begitu, langkah preventif tersebut terus dilakukan secara rutin.
“Kami juga memberikan sosialisasi langsung kepada para pemilik toko kelontong yang dinilai rentan menjadi sasaran penipuan,” dalihnya.
Sugianto juga menyarankan kepada para korban untuk segera melaporkan kejadian yang dialami kepada polisi. Sebab kata dia, tindakan serupa perlu ditindaklanjuti secara hukum.
“Sejauh ini, belum ada laporan resmi yang masuk terkait kasus penipuan seperti itu,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama kepada orang yang mengaku sebagai pihak tertentu tanpa disertai bukti atau identitas resmi.
“Masyarakat harus lebih waspada. Jika ada hal mencurigakan, bisa langsung menghubungi call center polisi 110,” pungkasnya. (mif/bus)






