Anggaran Terbatas, Pemkab Sumenep Fokus Benahi Enam Pasar Tradisional

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROYEK: Program revitalisasi Pasar Anom Baru Sumenep mulai digarap. (Radarpantura.id/Moh Busri)

PROYEK: Program revitalisasi Pasar Anom Baru Sumenep mulai digarap. (Radarpantura.id/Moh Busri)

SUMENEP, radarpantura.id – Program rehabilitasi enam pasar tradisional di Kabupaten Sumenep mulai memasuki tahap pelaksanaan fisik. Dari seluruh lokasi, progres pekerjaan di Pasar Anom Baru dan Pasar Rubaru tercatat paling cepat.

Program tersebut dikelola Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Sumenep. Total anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan itu mencapai Rp392,395 juta.

Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Sumenep Idham Halil mengatakan anggaran yang tersedia masih terbatas. Karena itu, perbaikan tahun ini hanya difokuskan pada enam pasar.

Pasar yang masuk sasaran rehabilitasi meliputi Pasar Anom Baru Sumenep dan Pasar Rubaru. Selain itu, Pasar Manding, Pasar Pabrik, Pasar Gapura, serta Pasar Kayu juga mendapat penanganan.

Pekerjaan yang dilakukan menyesuaikan kebutuhan masing-masing pasar. Mulai pemasangan paving, rehabilitasi bangunan, hingga perbaikan kantor dan fasilitas MCK.

Menurut Idham, progres pekerjaan paling terlihat di Pasar Anom Baru dan Pasar Rubaru. Capaian fisik di dua pasar tersebut saat ini mendekati 60 persen.

“Kalau pasar yang lain, rata-rata masih tahap awal, tapi sudah mulai pengerjaan fisik semua,” ungkapnya.

Untuk menghindari gangguan aktivitas perdagangan, pekerjaan lebih banyak dilakukan pada malam hari. Langkah tersebut diambil agar kegiatan jual beli tetap berjalan normal.

Idham menjelaskan seluruh paket pekerjaan mulai berjalan sekitar dua pekan lalu. Namun, percepatan progres saat ini baru terlihat di dua pasar utama.

“Kami memberikan waktu pelaksanaan selama 75 hari untuk masing-masing paket pekerjaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari meminta pelaksanaan program dilakukan maksimal. Ia juga mendorong dinas teknis memperketat pengawasan selama proses pengerjaan.

“Tiap program harus memberikan dampak nyata kepada masyarakat, makanya harus dilaksanakan secara serius,” pungkasnya. (*/bus)

Berita Terkait

Gemilang Nusantara Tutup Semarak Kemerdekaan dengan Santunan dan Hiburan Meriah
Bimbel Gemilang Nusantara Perkuat Ekosistem Pendidikan Lewat JJS Kemerdekaan
Gus Navis Melaju Sendiri Menuju Kursi Ketua DPD Golkar Sumenep
Seleksi Pengisian Empat Kursi Pimpinan OPD Sumenep Nihil Pendaftar
BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak
Operasionalisasi Fasilitas RDF di TPA Sumenep Macet, DLH Berdalih Akibat Perbaikan Bangunan
Kerja Sama DLH Sumenep dengan PT SBI Tak Tuntas, 40 Ton RDF Tak Terjual
DJP Gandeng TNI-Polri Terkait Pajak, KP2KP Sumenep Berdalih untuk Pengamanan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:30

Gemilang Nusantara Tutup Semarak Kemerdekaan dengan Santunan dan Hiburan Meriah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:11

Bimbel Gemilang Nusantara Perkuat Ekosistem Pendidikan Lewat JJS Kemerdekaan

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:20

Gus Navis Melaju Sendiri Menuju Kursi Ketua DPD Golkar Sumenep

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:27

Seleksi Pengisian Empat Kursi Pimpinan OPD Sumenep Nihil Pendaftar

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:36

BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak

Berita Terbaru