Nobar dan Diskusi Film “Di Balik Ilusi Tembakau” Bongkar Sistem Industri Rokok Sebagai Silent Killer

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EDUKATIF: AJI Subaya dan AJI Jakarta menggelar nobar dan diskusi Film Dokumenter Di Balik Ilusi Tembakau di Kampus UKWM Surabaya, Selasa (19/05/2026). (Panitia for radarpantura.id)

EDUKATIF: AJI Subaya dan AJI Jakarta menggelar nobar dan diskusi Film Dokumenter Di Balik Ilusi Tembakau di Kampus UKWM Surabaya, Selasa (19/05/2026). (Panitia for radarpantura.id)

SURABAYA, radarpantura.id – Aliansi Jurnalis Independen Surabaya bersama AJI Jakarta menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Di Balik Ilusi Tembakau. Kegiatan itu berlangsung di Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya, Selasa (19/05/2026).

Kota Surabaya dipilih sebagai lokasi pertama pemutaran film yang menguliti paradoks industri rokok di Indonesia. Film ini juga membongkar kedok bisnis rokok di balik narasi kesejahteraan, tetapi menyisakan utang sosial, penyakit, dan ketergantungan.

Sutradara film, Irvan Imamsyah, mengatakan dokumenter itu berangkat dari kenyataan yang selama ini dianggap lumrah, tetapi sesungguhnya menyimpan banyak korban. Film tersebut menampilkan kisah petani tembakau yang tak kunjung sejahtera, penyintas penyakit akibat rokok, keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, hingga anak muda yang terus dibidik sebagai pasar baru industri tembakau.

“Kami ingin menunjukkan bahwa ada kenyataan yang selama ini sengaja dibuat kabur,” kata Irvan.

Menurut dia, industri rokok di Indonesia bekerja layaknya silent killer. Dampaknya tidak hanya menyerang kesehatan, tetapi juga menyentuh kehidupan buruh hingga masyarakat kecil.

Sekarang, lanjut Irvan, citra kesejahteraan yang selama ini dipropagandakan oleh industri rokok pun perlahan mulai diragukan. Melalui Filmnya, dia tidak hanya ingin mengampanyekan bahaya rokok bagi perokok aktif maupun pasif, tapi diharapkan menjadi pintu pembuka diskusi lintas sektor.

“Mulai masyarakat sipil, pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, hingga pelaku industri tembakau sendiri,” ujarnya.

Program Manager Komite Nasional Pengendalian Tembakau, Nina Samidi, menilai film ini berhasil memperlihatkan regulasi pengendalian rokok di Indonesia yang dianggapnya masih berjalan di tempat. Bahkan, hingga kini perlindungan terhadap anak dari paparan rokok masih lemah.

“Masih banyak anak-anak yang bandel merokok meski orang tuanya melarang,” ujar Nina.

Ia menyoroti mudahnya anak di bawah umur membeli rokok di warung atau toko tanpa pengawasan berarti. Sementara di samping itu, iklan rokok dan lingkungan sosial yang permisif membuat anak-anak semakin dekat dengan budaya merokok.

“Mereka masih mudah menemukan rokok di warung, iklan rokok, dan lingkungan yang banyak perokok,” katanya.

Nina menilai persoalan rokok tidak lagi bisa dibaca hanya dari sisi kesehatan. Ia menyebut ada relasi politik dan ekonomi yang membuat regulasi kerap tumpul ketika berhadapan dengan kepentingan industri.

“Ini bukan sekadar soal kesehatan, tapi juga politik, karena pembuat regulasi juga kerap dipengaruhi oleh pengusaha,” ujarnya.

Salah satu peserta diskusi dari Surabaya, Inez, mengaku film tersebut membuka sudut pandang baru tentang industri rokok. Ia menilai narasi kesejahteraan yang selama ini dilekatkan pada industri tembakau tidak sepenuhnya dirasakan petani maupun masyarakat kecil.

“Aku juga baru tercerahkan soal pengaruh desain kemasan dan iklan terhadap persepsi anak-anak untuk terjebak dalam candu rokok,” katanya. (*/bus)

Berita Terkait

Film “Di Balik Ilusi Tembakau” Bongkar Mitos Rokok, Akademisi Desak Pemerintah Tak Setengah Hati
Jalan Trunojoyo Disebut Zona Merah PKL, DPRD Tekankan Solusi Jangka Panjang
Antara Perlindungan dan Penundaan: Nasib Guru Non-ASN Pasca SE 7/202
DPRD Sumenep Percepat Pembahasan Raperda Pengelolaan Aset Daerah
Evaluasi LKPJ 2025, DPRD Sumenep Tekankan Ketimpangan Infrastruktur
Bappeda Sumenep Libatkan Lintas Sektor dalam Penyusunan RKPD 2027
Bappeda Sumenep Terapkan Perencanaan Berjenjang untuk Perkuat Pembangunan
Kepala Bappeda Sumenep Minta ASN Jangan Takut Berinovasi

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:01

Film “Di Balik Ilusi Tembakau” Bongkar Mitos Rokok, Akademisi Desak Pemerintah Tak Setengah Hati

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:52

Nobar dan Diskusi Film “Di Balik Ilusi Tembakau” Bongkar Sistem Industri Rokok Sebagai Silent Killer

Senin, 18 Mei 2026 - 08:04

Jalan Trunojoyo Disebut Zona Merah PKL, DPRD Tekankan Solusi Jangka Panjang

Senin, 18 Mei 2026 - 03:37

Antara Perlindungan dan Penundaan: Nasib Guru Non-ASN Pasca SE 7/202

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:45

DPRD Sumenep Percepat Pembahasan Raperda Pengelolaan Aset Daerah

Berita Terbaru