RSUDMA Sumenep Genjot Transformasi Layanan, Targetkan Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FASKES: Direktur RSUDMA, dr. Erliyati, memantau pelayanan ke ruang perawatan beberapa hari lalu. (Radarpantura.id/Moh. Busri)

FASKES: Direktur RSUDMA, dr. Erliyati, memantau pelayanan ke ruang perawatan beberapa hari lalu. (Radarpantura.id/Moh. Busri)

SUMENEP, radarpantura.id – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus mempercepat transformasi layanan kesehatan di berbagai sektor. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan terbaik di Madura.

Pengembangan dilakukan pada layanan medis, fasilitas penunjang, sumber daya manusia, dan teknologi. Pembenahan itu menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. Erliyati mengatakan peningkatan layanan dilakukan secara bertahap. Rumah sakit berupaya menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.

Menurutnya, pelayanan kesehatan harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan pasien. Karena itu, berbagai inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Kami ingin menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, tepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Salah satu fokus utama pengembangan berada pada pelayanan Instalasi Gawat Darurat. Optimalisasi dilakukan agar pasien memperoleh penanganan medis lebih cepat dan efektif.

Peningkatan tersebut dinilai penting untuk mendukung layanan kasus kegawatdaruratan. Kecepatan respons menjadi faktor utama dalam meningkatkan keselamatan pasien.

Selain layanan IGD, rumah sakit juga memperkuat fasilitas perawatan intensif. Kapasitas ICU, PICU, dan NICU terus ditingkatkan untuk menunjang pelayanan pasien kritis.

“Kami terus melakukan pembaruan sarana dan peralatan medis yang lebih modern,” katanya.

Modernisasi fasilitas menjadi bagian penting dalam penguatan daya saing rumah sakit. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, kebutuhan layanan masyarakat dapat terpenuhi lebih optimal.

RSUDMA juga memperluas pengembangan layanan spesialis yang banyak dibutuhkan masyarakat. Layanan jantung dan paru-paru menjadi salah satu sektor yang terus diperkuat.

Peningkatan jumlah pasien pada layanan tersebut terus terjadi setiap tahun. Kondisi itu mendorong rumah sakit menambah fasilitas dan tenaga kesehatan pendukung.

“Kelengkapan fasilitas dan tenaga kesehatan yang kompeten diharapkan meningkatkan kualitas penanganan pasien,” tegasnya.

Transformasi tidak hanya dilakukan pada layanan medis dan fasilitas kesehatan. RSUDMA juga mempercepat digitalisasi pada sistem administrasi pelayanan pasien.

Saat ini rumah sakit telah menerapkan sistem antrean digital yang terintegrasi nasional. Pasien dapat mendaftar dan mengatur jadwal pemeriksaan secara daring.

“Kehadiran layanan digital ini bertujuan memberikan kemudahan bagi pasien sekaligus membantu mengurangi antrean panjang,” pungkasnya. (*/bus)

Berita Terkait

25 Pejabat Dirotasi, Bupati Sumenep Tekankan Optimalisasi Kinerja
Rotasi Lima Pejabat Pemkab Sumenep, Bupati Fauzi Minta Genjot Pelayanan Publik
Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN
Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga
PPSE Sumenep Tersendat, Sosialisasi Pemerintah Dituding Lemah
Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran
DKPP Sumenep Salurkan Bantuan Benih Bawang Merah, Porsi Anggaran Mencapai Rp2,4 Miliar
Dukung Proyek Strategis Nasional, Bappeda Perkuat Validitas Data OPD

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:58

25 Pejabat Dirotasi, Bupati Sumenep Tekankan Optimalisasi Kinerja

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:55

Rotasi Lima Pejabat Pemkab Sumenep, Bupati Fauzi Minta Genjot Pelayanan Publik

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52

Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:28

Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:43

PPSE Sumenep Tersendat, Sosialisasi Pemerintah Dituding Lemah

Berita Terbaru