Dorong Laju Ekonomi Daerah, DPRD Sumenep Mengesahkan Tiga Raperda

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEBIJAKAN DAERAH: Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin (kiri) didampingi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (kanan) saat menandatangani pengesahan raperda di kantor legislatif, Selasa (07/04/2026). (Humas DPRD Sumenep for radarpantura.id)

KEBIJAKAN DAERAH: Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin (kiri) didampingi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (kanan) saat menandatangani pengesahan raperda di kantor legislatif, Selasa (07/04/2026). (Humas DPRD Sumenep for radarpantura.id)

SUMENEP, radarpantura.id – Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Sumenep resmi disahkan. Rapat paripurna penetapan regulasi tersebut dilaksanakan di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep pada Selasa (07/04/2026).

Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, menyebutkan tiga raperda yang telah disahkan. Salah satu di antaranya yaitu tentang Pengelolaan Pasar Rakyat.

Selanjutnya, DPRD Sumenep juga mengesahkan Raperda Perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2013 tentang Perlindungan Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern. Terakhir yakni Raperda tentang Perusahaan Perseroan Daerah Wira Usaha Sumekar.

Pengesahan tiga raperda ini, lanjut Zainal, diharapkan mampu mendorong percepatan laju ekonomi daerah. Bahkan, dia menargetkan pemberlakuan regulasi tersebut mampu memberi kontribusi efektif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pertumbuhan ekonomi masyarakat harus meningkat dan PAD juga harus naik,” ujarnya.

Politisi Partai Moncong Putih itu menjelaskan, keberadaan Perda tentang pengelolaan pasar berikut juga perlindungannya, sejauh ini memang menjadi perhatian anggota dewan. Oleh sebab itu, legislatif melakukan pembahasan secara serius untuk menyempurnakan regulasi tersebut.

Menurutnya, keberadaan pasar rakyat alias pasar tradisional harus bisa disandingkan secara harmonis dengan pasar modern. Sebagai salah satu upaya menciptakan harmonisasi tersebut, maka dibuatkan peraturan yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.

“Kami ingin memberikan ruang bisnis yang seimbang bagi semua pihak,” jelasnya.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, ikut mendorong implementasi tiga raperda yang telah disahkan oleh legislatif. Bahkan dia juga menekankan agar penerapan regulasi tersebut dapat dilakukan secara optimal.

“Penerapan perda harus mampu memberikan kebermanfaatan, baik untuk masyarakat atau bahkan bagi pemerintah,” pungkasnya. (bus/red)

Berita Terkait

BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag
BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026
Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi
DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian
DKPP Sumenep Gencarkan Swasembada Pangan, Pendampingan Petani dan Demfarm Diperkuat
DKPP Sumenep Kebut Realisasi Program DBHCHT 2026
DKPP Sumenep Genjot Irigasi Tenaga Surya untuk Lahan Pertanian
DKPP Sumenep Perluas Jangkauan Air, Bidik Lahan Tidur Jadi Produktif

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:26

BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:23

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:20

Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:17

DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:14

DKPP Sumenep Gencarkan Swasembada Pangan, Pendampingan Petani dan Demfarm Diperkuat

Berita Terbaru

BERPRESTASI: Jajaran Direksi BPRS Bhakti Sumekar menunjukkan piagam penghargaan Excellent Performance Sharia Rural Economic Bank Sharia Award 2026 yang digelar oleh Majalah Infobank di Jakarta, Kamis (8/10).

Daerah

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 05:23