Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong Industri Rokok Naik Kelas Lewat Pelatihan GMP

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELAYAN PUBLIK: Plt Kabid Industri Diskop UKM Perindag Sumenep, Didik Prayitno. (Miftahol Rosiqin/Radarpantura.id)

PELAYAN PUBLIK: Plt Kabid Industri Diskop UKM Perindag Sumenep, Didik Prayitno. (Miftahol Rosiqin/Radarpantura.id)

SUMENEP, Radarpantura.id – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep segera menggelar pelatihan pelintingan rokok dan Good Manufacturing Practices (GMP). Program tersebut dikhususkan bagi pelaku industri hasil tembakau (IHT) yang berproduksi di kawasan Aglomerasi Perusahaan Hasil Tembakau (APHT).

Plt Kabid Perindustrian Diskop UKM Perindag Sumenep, Didik Prayitno, mengatakan pelatihan tersebut dijadwalkan terealisasi bulan Juli 2026. Sekarang sudah mulai dilakukan langkah persiapan seperti pendataan peserta.

Melalui program ini, diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi. Sekaligus juga bertujuan memperkuat daya saing perusahaan rokok di Kabupaten Sumenep.

Pelatihan GMP berfokus pada penguatan manajemen perusahaan. Materinya meliputi strategi pemasaran, strategi produksi, hingga pengendalian mutu produk.

“Nanti juga bakal ada studi banding ke perusahaan rokok besar,” ujarnya, Senin (20/7).

Mengenai pelatihan teknik pelintingan rokok akan digelar selama dua hari. Program tersebut terbuka bagi semua pekerja linting dari berbagai perusahaan rokok (PR).

“Pelatihan ini terbuka untuk pekerja pelinting PR di luar maupun di dalam APHT,” tambahnya.

Didik menjelaskan pelatihan pelintingan disiapkan karena masih banyak tenaga kerja yang belum menguasai teknik melinting secara optimal. Kondisi itu dinilai memengaruhi kualitas dan produktivitas hasil produksi.

“Kemungkinan minggu depan pelatihan akan dilaksanakan,” ujarnya.

Didik berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kapasitas produksi perusahaan rokok di bawah naungan APHT. Peningkatan produksi diyakini akan berdampak pada bertambahnya kuota penebusan pita cukai.

Menurutnya, manfaat program tidak hanya dirasakan perusahaan. Produktivitas yang meningkat juga berpotensi menambah pendapatan pekerja.

“Terutama yang menerima upah berdasarkan jumlah batang rokok yang dihasilkan,” pungkasnya. (mif/bus)

Berita Terkait

Hari Jadi ke-757 Sumenep, SDN Pangarangan 1 Kenalkan Sejarah Keraton kepada Siswa
BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag
BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026
Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi
DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian
DKPP Sumenep Gencarkan Swasembada Pangan, Pendampingan Petani dan Demfarm Diperkuat
DKPP Sumenep Kebut Realisasi Program DBHCHT 2026
DKPP Sumenep Genjot Irigasi Tenaga Surya untuk Lahan Pertanian

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13

Hari Jadi ke-757 Sumenep, SDN Pangarangan 1 Kenalkan Sejarah Keraton kepada Siswa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:26

BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:23

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:20

Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:17

DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian

Berita Terbaru

BERPRESTASI: Jajaran Direksi BPRS Bhakti Sumekar menunjukkan piagam penghargaan Excellent Performance Sharia Rural Economic Bank Sharia Award 2026 yang digelar oleh Majalah Infobank di Jakarta, Kamis (8/10).

Daerah

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 05:23