Diskop UKM Perindag Sumenep Bangun Gudang Kelima APHT, Target Rampung Akhir 2026

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ASET NEGARA: Bangunan kawasan APHT Sumenep di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. (Moh Busri/Radarpantura.id)

ASET NEGARA: Bangunan kawasan APHT Sumenep di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. (Moh Busri/Radarpantura.id)

SUMENEP, Radarpantura.id – Pemkab Sumenep kembali memperkuat kawasan Aglomerasi Perusahaan Hasil Tembakau (APHT) dengan membangun gudang baru senilai Rp1,6 miliar. Fasilitas yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026 itu ditargetkan mulai dikerjakan pada September 2026.

Program pembangunan tersebut melekat di Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep. Gudang yang akan dibangun merupakan tipe B dengan luas sekitar 240 meter persegi.

Plt Kabid Perindustrian Diskop UKM Perindag Sumenep, Didik Prayitno, mengatakan gudang itu berkapasitas dua tenant perusahaan rokok (PR). Berbeda dengan gudang lama yang kapasitasnya lebih besar.

“Kalau empat gudang yang sudah ada, itu tipe A. Kapasitasnya muat untuk empat tenant,” ujarnya, Rabu (22/7).

Didik menjelaskan pembangunan gudang kelima ditargetkan mulai tergarap bulan September. Waktu yang diperlukan untuk pengerjaan fisik diperkirakan sekitar 90 hari kalender.

“Kalau tipe A, kan butuh waktu sekitar 90 sampai 120 hari. Nah untuk tipe B, paling lama butuh 90 hari, karena lebih kecil,” jelasnya.

Diskop UKM Perindag Sumenep menargetkan pembangunan selesai sebelum akhir 2026. Gudang baru tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mendukung operasional APHT mulai tahun 2027.

“Fasilitas ini untuk menunjang operasionalisasi APHT,” tegasnya.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi meminta pembangunan dilaksanakan sesuai standar kualitas. Legislatif berkomitmen mengawasi pelaksanaan proyek agar manfaatnya benar-benar dirasakan pelaku industri hasil tembakau.

“Kami akan mengawasi proses pengerjaannya. Hasil pembangunan itu harus dipastikan berkualitas,” pungkasnya. (*/bus)

Berita Terkait

Hari Jadi ke-757 Sumenep, SDN Pangarangan 1 Kenalkan Sejarah Keraton kepada Siswa
BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag
BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026
Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi
DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian
DKPP Sumenep Gencarkan Swasembada Pangan, Pendampingan Petani dan Demfarm Diperkuat
DKPP Sumenep Kebut Realisasi Program DBHCHT 2026
DKPP Sumenep Genjot Irigasi Tenaga Surya untuk Lahan Pertanian

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13

Hari Jadi ke-757 Sumenep, SDN Pangarangan 1 Kenalkan Sejarah Keraton kepada Siswa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:26

BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:23

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:20

Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:17

DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian

Berita Terbaru

BERPRESTASI: Jajaran Direksi BPRS Bhakti Sumekar menunjukkan piagam penghargaan Excellent Performance Sharia Rural Economic Bank Sharia Award 2026 yang digelar oleh Majalah Infobank di Jakarta, Kamis (8/10).

Daerah

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 05:23