BPS Sumenep Sasar 408 Ribu Keluarga dalam Sensus Ekonomi 2026

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEJABAT PUBLIK: Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo. (Radarpantura.id/Moh Busri)

PEJABAT PUBLIK: Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo. (Radarpantura.id/Moh Busri)

SUMENEP, radarpantura.id – BPS Kabupaten Sumenep mulai menggelar Sensus Ekonomi 2026 dengan cakupan seluruh wilayah kabupaten. Sebanyak 408.561 keluarga dan 187.293 unit usaha menjadi sasaran pendataan tahun ini.

Kepala BPS Sumenep Handoyo Wijoyo mengatakan sensus tersebut merupakan agenda nasional. Kegiatan itu bertujuan memetakan struktur ekonomi terbaru hingga tingkat daerah.

Menurutnya, hasil pendataan akan menjadi basis data usaha yang terintegrasi dengan peta digital. Data tersebut disiapkan untuk mendukung perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih akurat.

Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya mencatat jumlah unit usaha yang beroperasi. Pendataan juga mengukur karakteristik usaha dan perkembangan sektor ekonomi baru.

Aspek yang dihimpun mencakup industri digital, daya saing usaha, dan keterkaitan antarsektor bisnis. Selain itu, ekonomi hijau juga menjadi bagian penting dalam pendataan.

“Data yang akurat menjadi landasan pengambilan keputusan yang tepat,” ujarnya, Senin (22/6).

Handoyo menjelaskan seluruh skala usaha masuk dalam cakupan sensus. Mulai usaha rumah tangga hingga perusahaan besar akan didata petugas.

Pelaksanaan sensus dilakukan melalui dua metode yang berbeda. Perusahaan besar mengisi kuesioner daring, sedangkan usaha lainnya didata langsung di lapangan.

Pengisian kuesioner daring berlangsung sejak 1 Mei hingga 14 Juni 2026. Sementara pendataan lapangan dimulai 15 Juni dan berakhir 31 Agustus 2026.

Di Kabupaten Sumenep, sensus menjangkau 27 kecamatan dan 334 desa maupun kelurahan. Pendataan juga mencakup 6.532 satuan lingkungan setempat yang tersebar di berbagai wilayah.

BPS menargetkan pendataan terhadap 408.561 keluarga dan 187.293 unit usaha. Pelaksanaan kegiatan didukung 182 Petugas Pemeriksa Lapangan dan 1.354 Petugas Pencacah Lapangan.

Handoyo memastikan seluruh informasi responden dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang statistik. Data yang diberikan masyarakat tidak akan dibuka kepada pihak lain.

Menurutnya, hasil sensus hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan pembangunan. Informasi tersebut tidak dipakai untuk audit, investigasi, maupun perpajakan.

“Hasil sensus yang dipublikasikan berbentuk data agregat sehingga tidak menampilkan identitas responden,” katanya.

Handoyo optimistis target pendataan dapat tercapai sesuai jadwal yang ditetapkan. Sebab, capaian awal Sumenep telah melampaui target harian nasional.

Ia menyebut target nasional berada pada angka 7,5 persen. Hingga Senin (22/6) pagi, capaian pendataan di Sumenep telah mencapai 9,86 persen.

BPS mengimbau masyarakat menerima petugas sensus dengan baik saat bertugas. Warga juga diminta memberikan jawaban jujur dan lengkap selama proses pendataan.

“Kami berharap masyarakat bersama-sama mengawal Sensus Ekonomi 2026,” pungkasnya. (*/bus)

Berita Terkait

Dukung Proyek Strategis Nasional, Bappeda Perkuat Validitas Data OPD
Bappeda Sumenep Optimalkan SIKPD untuk Perkuat Akuntabilitas OPD
Bappeda Himpun Masukan Publik, RKPD 2027 Fokus Cetak SDM Berdaya Saing
Pemkab Sumenep Perkuat Akuntabilitas Kinerja OPD, Bappeda Fokus Pengawasan Program
Optimalkan Evektivitas Pengelolaan Anggaran, Bappeda Sumenep Siapkan Strategi Penguatan APBD
Bappeda Sumenep Bidik Peningkatan Nilai SAKIP Lewat Evaluasi Kinerja OPD
Bappeda Sumenep Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Bappeda Sumenep Andalkan Data BPS untuk Redam Laju Inflasi

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:50

Dukung Proyek Strategis Nasional, Bappeda Perkuat Validitas Data OPD

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:45

Bappeda Sumenep Optimalkan SIKPD untuk Perkuat Akuntabilitas OPD

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:40

Bappeda Himpun Masukan Publik, RKPD 2027 Fokus Cetak SDM Berdaya Saing

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:35

Pemkab Sumenep Perkuat Akuntabilitas Kinerja OPD, Bappeda Fokus Pengawasan Program

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:31

Optimalkan Evektivitas Pengelolaan Anggaran, Bappeda Sumenep Siapkan Strategi Penguatan APBD

Berita Terbaru