SUMENEP, Radarpantura.id – Potensi wilayah pesisir dan kepulauan Sumenep masuk kajian nasional untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan kawasan kepulauan. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) turun langsung ke Sumenep pada 3–4 September 2026.
Ketua Tim Program Penyusunan Kebijakan Inovatif Pengembangan WP3K Bappenas, Aditya Widya Pradipta, menyebut Sumenep sebagai salah satu lokasi utama kajian. Kajian serupa juga menyasar Natuna, Sabang, serta Kepulauan Seribu.
Pengembangan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (WP3K) mencakup lima dimensi pembangunan kawasan kepulauan. Fokusnya meliputi transformasi ekonomi, infrastruktur dan konektivitas, ketahanan pangan, air dan energi, serta lingkungan sosial ekonomi.
“Tim Bappenas perlu meninjau sejumlah sektor untuk memperoleh gambaran kondisi riil wilayah pesisir dan kepulauan Sumenep,” ungkap Aditya.
Selama kunjungan, tim Bappenas berdialog dengan pemangku kepentingan dan masyarakat setempat. Informasi lapangan menjadi bahan untuk memetakan persoalan sekaligus potensi yang dapat dikembangkan secara terintegrasi.
Bappenas menargetkan rekomendasi kebijakan pengembangan WP3K rampung pada akhir Desember 2026. Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan standar pembangunan kawasan kepulauan dan program prioritas nasional.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menilai kajian tersebut membuka peluang memperkuat posisi wilayah kepulauan dalam pembangunan nasional. Potensi garam, perikanan, pertanian, energi, dan konektivitas dinilai perlu dikembangkan secara terintegrasi.
“Sumenep memiliki banyak potensi yang patut dikembangkan,” pungkas Arif. (*/bus)






