Bappenas dan Bappeda Sumenep Petakan Potensi Kepulauan, Targetkan Jadi Bahan Kebijakan Nasional

Jumat, 9 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLUSUKAN: Tim Bappenas dan Bappeda Sumenep melakukan kunujungan ke wilayah Kepulauan di Kabupaten Sumenep. (Bappeda Sumenep for Radarpantura.id)

BLUSUKAN: Tim Bappenas dan Bappeda Sumenep melakukan kunujungan ke wilayah Kepulauan di Kabupaten Sumenep. (Bappeda Sumenep for Radarpantura.id)

SUMENEP, Radarpantura.id – Potensi wilayah pesisir dan kepulauan Sumenep masuk kajian nasional untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan kawasan kepulauan. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) turun langsung ke Sumenep pada 3–4 September 2026.

Ketua Tim Program Penyusunan Kebijakan Inovatif Pengembangan WP3K Bappenas, Aditya Widya Pradipta, menyebut Sumenep sebagai salah satu lokasi utama kajian. Kajian serupa juga menyasar Natuna, Sabang, serta Kepulauan Seribu.

Pengembangan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (WP3K) mencakup lima dimensi pembangunan kawasan kepulauan. Fokusnya meliputi transformasi ekonomi, infrastruktur dan konektivitas, ketahanan pangan, air dan energi, serta lingkungan sosial ekonomi.

“Tim Bappenas perlu meninjau sejumlah sektor untuk memperoleh gambaran kondisi riil wilayah pesisir dan kepulauan Sumenep,” ungkap Aditya.

Selama kunjungan, tim Bappenas berdialog dengan pemangku kepentingan dan masyarakat setempat. Informasi lapangan menjadi bahan untuk memetakan persoalan sekaligus potensi yang dapat dikembangkan secara terintegrasi.

Bappenas menargetkan rekomendasi kebijakan pengembangan WP3K rampung pada akhir Desember 2026. Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan standar pembangunan kawasan kepulauan dan program prioritas nasional.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menilai kajian tersebut membuka peluang memperkuat posisi wilayah kepulauan dalam pembangunan nasional. Potensi garam, perikanan, pertanian, energi, dan konektivitas dinilai perlu dikembangkan secara terintegrasi.

“Sumenep memiliki banyak potensi yang patut dikembangkan,” pungkas Arif. (*/bus)

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Dorong Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Kendalikan Angka Kemiskinan Sumenep, Bappeda Dorong Intervensi Berbasis Wilayah
Bappeda Sumenep Raih Stand Terbaik MNV 2026
Hari Kesaktian Pancasila, Bappeda Sumenep Ajak Perkuat Gotong Royong
Bappeda Sumenep Kawal Pembangunan dari Perencanaan hingga Evaluasi
Kepala Bappeda Sumenep Ajak Generasi Muda Lestarikan Batik, Bukan Sekadar Dipakai
Air Bersih dan Ketahanan Pangan di Sumenep Jadi Perhatian Bappenas
Hilirisasi Garam Sumenep Mulai Dikaji, Bappeda Sumenep dan Bappenas Bahas Produk Premium hingga Garam SPA

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:14

Bappeda Sumenep Dorong Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:10

Kendalikan Angka Kemiskinan Sumenep, Bappeda Dorong Intervensi Berbasis Wilayah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:06

Bappeda Sumenep Raih Stand Terbaik MNV 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:03

Hari Kesaktian Pancasila, Bappeda Sumenep Ajak Perkuat Gotong Royong

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:57

Bappeda Sumenep Kawal Pembangunan dari Perencanaan hingga Evaluasi

Berita Terbaru

KOMPAK: Pegawai Bappeda Sumenep berfoto bersama di depan stand. (Bappeda Sumenep for Radarpantura.id)

Daerah

Bappeda Sumenep Raih Stand Terbaik MNV 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:06