SUMENEP, Radarpantura.id – Aktivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sama sekali tidak memberikan dampak terhadap harga bahan pokok di pasar. Hal itu diketahui berdasar pantauan yang dilakukan di Pasar Anom Baru Sumenep.
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep, Idham Halil, mengatakan harga komoditas di pasar relatif stabil. Selama periode 20–24 Juli 2026, hampir tidak ada perubahan harga secara signifikan.
“Kalau periode 6–10 Juli 2026, sempat ada fluktuasi harga di beberapa komoditas tertentu,” ungkapnya, Jumat (24/7).
Kenaikan harga, lanjut Idham, sempat terjadi pada kelompok protein hewani. Salah satunya seperti ikan bandeng yang sempat naik dari Rp38 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.
Selain itu, harga ikan tongkol juga sempat melonjak dari Rp34 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras bergerak dari Rp24 ribu menjadi Rp26 ribu per kilogram.
Sejumlah komoditas yang lain justru mengalami penurunan harga. Misalnya cabe rawit turun dari Rp40 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.
Sedangkan harga bawang merah dan bawang putih turun dari Rp36 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Minyak goreng curah ikut terkoreksi dari Rp21 ribu menjadi Rp19.500 per kilogram.
Menurut Idham, perubahan harga pada sejumlah kebutuhan pokok tercatat relatif stabil. Kondisi tersebut menunjukkan pasokan pangan di Kabupaten Sumenep masih terkendali.
“Selama harga telur ras belum menyentuh Rp28 ribu per kilogram, itu masih relatif stabil,” jelasnya.
Idham menyampaikan, program MBG tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga bahan pokok. Perubahan harga lebih dipengaruhi faktor musim panen dan ketersediaan pasokan dari distributor.
Faktor cuaca dan kelancaran distribusi juga menjadi penentu naik turunnya harga, terutama pada komoditas hortikultura. Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan harga di pasar.
“Kondisi harga saat ini masih dalam kategori aman dan terkendali,” pungkasnya. (mif/bus)






