Program MBG Tak Berikan Dampak pada Harga Komoditas

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRANSAKSI: Pedagang daging ayam melayani pembeli di Pasar Anom Baru Sumenep. (Miftahol Rosiqin/Radarpantura.id)

TRANSAKSI: Pedagang daging ayam melayani pembeli di Pasar Anom Baru Sumenep. (Miftahol Rosiqin/Radarpantura.id)

SUMENEP, Radarpantura.id – Aktivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sama sekali tidak memberikan dampak terhadap harga bahan pokok di pasar. Hal itu diketahui berdasar pantauan yang dilakukan di Pasar Anom Baru Sumenep.

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep, Idham Halil, mengatakan harga komoditas di pasar relatif stabil. Selama periode 20–24 Juli 2026, hampir tidak ada perubahan harga secara signifikan.

“Kalau periode 6–10 Juli 2026, sempat ada fluktuasi harga di beberapa komoditas tertentu,” ungkapnya, Jumat (24/7).

Kenaikan harga, lanjut Idham, sempat terjadi pada kelompok protein hewani. Salah satunya seperti ikan bandeng yang sempat naik dari Rp38 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.

Selain itu, harga ikan tongkol juga sempat melonjak dari Rp34 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras bergerak dari Rp24 ribu menjadi Rp26 ribu per kilogram.

Sejumlah komoditas yang lain justru mengalami penurunan harga. Misalnya cabe rawit turun dari Rp40 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Sedangkan harga bawang merah dan bawang putih turun dari Rp36 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Minyak goreng curah ikut terkoreksi dari Rp21 ribu menjadi Rp19.500 per kilogram.

Menurut Idham, perubahan harga pada sejumlah kebutuhan pokok tercatat relatif stabil. Kondisi tersebut menunjukkan pasokan pangan di Kabupaten Sumenep masih terkendali.

“Selama harga telur ras belum menyentuh Rp28 ribu per kilogram, itu masih relatif stabil,” jelasnya.

Idham menyampaikan, program MBG tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga bahan pokok. Perubahan harga lebih dipengaruhi faktor musim panen dan ketersediaan pasokan dari distributor.

Faktor cuaca dan kelancaran distribusi juga menjadi penentu naik turunnya harga, terutama pada komoditas hortikultura. Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan harga di pasar.

“Kondisi harga saat ini masih dalam kategori aman dan terkendali,” pungkasnya. (mif/bus)

Berita Terkait

Seleksi Pengisian Empat Kursi Pimpinan OPD Sumenep Nihil Pendaftar
BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak
Operasionalisasi Fasilitas RDF di TPA Sumenep Macet, DLH Berdalih Akibat Perbaikan Bangunan
Kerja Sama DLH Sumenep dengan PT SBI Tak Tuntas, 40 Ton RDF Tak Terjual
DJP Gandeng TNI-Polri Terkait Pajak, KP2KP Sumenep Berdalih untuk Pengamanan
Biosolar B50 Mulai Beredar di Seluruh SPBU Sumenep
Realisasi Fisik RTLH Sumenep Belum Tergarap, DPRD Tekankan Pelerjaan Tak Molor
DKPP Sumenep Salurkan 47 Hand Tractor, Anggarannya Hampir Rp2 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:27

Seleksi Pengisian Empat Kursi Pimpinan OPD Sumenep Nihil Pendaftar

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:36

BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:47

Operasionalisasi Fasilitas RDF di TPA Sumenep Macet, DLH Berdalih Akibat Perbaikan Bangunan

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:45

Kerja Sama DLH Sumenep dengan PT SBI Tak Tuntas, 40 Ton RDF Tak Terjual

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:39

DJP Gandeng TNI-Polri Terkait Pajak, KP2KP Sumenep Berdalih untuk Pengamanan

Berita Terbaru