Distribusi Diduga Terlambat, Pertalite Sulit Diperoleh di Sejumlah SPBU Sumenep

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGKA: Sejumlah kendaraan antre berburu BBM bersubsidi di SPBU Desa Pamolokan, Sumenep. (Radarpantura.id/Moh Busri)

LANGKA: Sejumlah kendaraan antre berburu BBM bersubsidi di SPBU Desa Pamolokan, Sumenep. (Radarpantura.id/Moh Busri)

SUMENEP, radarpantura.id – Stok Pertalite di sejumlah SPBU Kabupaten Sumenep mulai langka. Warga bahkan harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan BBM bersubsidi, Rabu (24/6).

Kepadatan antrean terlihat di beberapa SPBU yang masih memiliki persediaan Pertalite. Kondisi itu antara lain terjadi di kawasan Desa Pamolokan dan Kecamatan Ganding.

Sejumlah pengendara mengaku kesulitan memperoleh Pertalite dalam beberapa hari terakhir. Stok di beberapa SPBU yang biasa mereka datangi dilaporkan telah habis.

Sulaiman, warga Sumenep, mengatakan dirinya harus mengantre lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar. Sebab, Pertalite di sejumlah SPBU sudah tidak tersedia.

“Kalau beli Pertamax berat di kantong,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang terdampak kelangkaan pasokan. Mereka berharap distribusi BBM bersubsidi segera kembali normal.

Kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Terutama bagi pekerja dan pelaku usaha yang mengandalkan kendaraan untuk beraktivitas.

Menanggapi situasi itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta masyarakat tidak panik. Menurutnya, antrean diduga dipicu keterlambatan distribusi bahan bakar ke SPBU.

Fauzi menjelaskan keterlambatan pengiriman menyebabkan pasokan di sejumlah SPBU berkurang. Akibatnya, masyarakat terkonsentrasi pada SPBU yang masih memiliki stok.

“Misalnya hari ini ada antrean di beberapa pom bensin, berarti ada keterlambatan pengiriman bahan bakar,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat mengurangi perjalanan yang tidak mendesak untuk sementara waktu. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan kepadatan antrean kendaraan.

“Saya rasa kalau tidak penting, masyarakat jangan keluar dulu,” ujarnya.

Menurut Fauzi, persoalan distribusi energi tidak hanya terjadi di tingkat daerah. Sejumlah faktor di luar kewenangan pemerintah kabupaten turut memengaruhi kondisi tersebut.

Karena itu, masyarakat diminta mendukung upaya penyelesaian yang sedang dilakukan. Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan distribusi BBM di lapangan.

Bupati optimistis gangguan pasokan tidak akan berlangsung lama. Distribusi bahan bakar diperkirakan kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan.

“Mungkin saja sehari dua hari ini ada keterlambatan pengiriman bahan bakar ke SPBU,” pungkasnya. (*/bus)

Berita Terkait

Mengarungi Laut demi Mimpi, Kisah Dua Pelajar Sapeken di Ajang Nasional
RSUDMA Sumenep Genjot Transformasi Layanan, Targetkan Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama
Bupati Fauzi Rotasi Empat Pejabat Strategis, Percepat Kinerja Birokrasi Sumenep
Terduga Pengedar Sabu di Pulau Masalembu Lolos dari Kepungan Polisi
BPS Sumenep Sasar 408 Ribu Keluarga dalam Sensus Ekonomi 2026
Anggaran Terbatas, Pemkab Sumenep Fokus Benahi Enam Pasar Tradisional
Capaian PAD Minim, Komisi II DPRD Sumenep Bidik Pengelolaan Pasar
Pramuka Sumenep Siapkan Akses Pendidikan Tinggi Lewat Program Beasiswa

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24

Mengarungi Laut demi Mimpi, Kisah Dua Pelajar Sapeken di Ajang Nasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:55

RSUDMA Sumenep Genjot Transformasi Layanan, Targetkan Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:35

Distribusi Diduga Terlambat, Pertalite Sulit Diperoleh di Sejumlah SPBU Sumenep

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:33

Bupati Fauzi Rotasi Empat Pejabat Strategis, Percepat Kinerja Birokrasi Sumenep

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:46

Terduga Pengedar Sabu di Pulau Masalembu Lolos dari Kepungan Polisi

Berita Terbaru