STNK Kosong, Samsat Sampang Beri Tanda Stempel SKPD

Rabu, 30 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, beritadata.id – Kantor Samsat Sampang melalui Baur STNK Aipda Panji memberitahukan bahwa saat ini stok material Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kosong. Kendati demikian, pemilik kendaraan yang sudah membayar pajak daerah tidak perlu khawatir, rabu (30/10/2024). Petugas Samsat akan memberi ganti berupa Surat Keterangan Pajak Daerah (SKPD) terstempel merah sebagai pengganti sementara sampai nanti mendapatkan material STNK asli. Surat tersebut dapat ditunjukkan ke petugas saat ada razia kendaraan. 

Sebagaimana sebelumnya, ketika material STNK sudah tersedia, petugas Samsat Sampang meminta pemegang SKPD untuk menukarkan dengan STNK dengan syarat membawa SKPD tersebut. Bagi yang ingin berkonsultasi dapat menghubungi petugas Samsat nantinya.

Bagi pemilik surat kendaraan yang memperbarui untuk sementara waktu akan diberi cap tanda SKPD atau notice pajak. Nantinya setelah material STNK datang bisa ditukarkan kembali. “Jadi sementara itu masyarakat tidak perlu panik, karena material STNK terdapat kendala ada keterlambatan pengiriman material dari Korlantas,” kata Kasatlantas Polres Sampang AKP Karnoto, Rabu (30/10/2024).

Pihaknya menegaskan, kendala itu disebabkan adanya keterlambatan pengiriman. Namun, keterlambatan itu tidak memberikan dampak apapun. “Masyarakat nanti tetap mendapatkan STNK yang baru, tapi setelah materialnya sudah sampai. Penukaran bisa dilakukan di Samsat. Kami mohon maaf atas nama pimpinan,” tuturnya saat saat ini hanya bisa memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat di Kantor Bersama Samsat Sampang.

Institusinya juga menghimbau ke anggotanya, jika menemukan STNK milik pengguna jalan untuk tidak ditindak. “Specimen STNK sementara ini berlaku, termasuk bisa dibawa untuk aktifitas sehari-hari. Cap itu menjadi tanda jika pemilik kendaraan sudah melakukan pembayaran, cuma memang materialnya sedang kosong. Jadi tetap sah. Kemungkinan material STNK ini akan sampai satu sampai dua bulan mendatang,” pungkasnya. (ful)

Berita Terkait

Kawal Kelangkaan BBM Bersubsidi, Bemsu Demo Kantor DPRD dan Bupati Sumenep
Proyek SRT Sumenep Disediakan Anggaran Ratusan Miliar, Status Lahan Masih Bermasalah
Pengawasan Terbatas, Polisi Imbau Pemilik Toko Waspadai Modus Penipuan
Petani Tembakau Ditemukan Meninggal, Polisi Sebut Akibat Tersengat Listrik
Pesan Barang Tanpa Bayar, Pedagang Kelontong di Sumenep Jadi Korban Penipuan
Jalan Poros Kecamatan Rusak Parah, Warga Patungan Lakukan Perbaikan
SPPG Aeng Merah Akui Belum Bangun IPAL, Limbah Dibuang ke Sumur Mati
Distribusi Diduga Terlambat, Pertalite Sulit Diperoleh di Sejumlah SPBU Sumenep

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 11:13

Kawal Kelangkaan BBM Bersubsidi, Bemsu Demo Kantor DPRD dan Bupati Sumenep

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:07

Proyek SRT Sumenep Disediakan Anggaran Ratusan Miliar, Status Lahan Masih Bermasalah

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:42

Pengawasan Terbatas, Polisi Imbau Pemilik Toko Waspadai Modus Penipuan

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:09

Petani Tembakau Ditemukan Meninggal, Polisi Sebut Akibat Tersengat Listrik

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:49

Pesan Barang Tanpa Bayar, Pedagang Kelontong di Sumenep Jadi Korban Penipuan

Berita Terbaru