SUMENEP, radarpantura.id – Anggaran proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Sumenep tahun ini mencapai Rp332 juta. Objek pembangunannya berjumlah enam pasar yang tersebar di beberapa kecamatan.
Rincian detail program fisik itu meliputi pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) Pasar Kayu sebesar Rp69.421.225. Kemudian, program rehabilitasi bangunan Pasar Gapura dengan alokasi anggaran Rp46.319.915.
Berikutnya, ada program rehabilitasi bangunan Pasar Manding yang disediakan anggaran Rp60.324.321. Anggaran revitalisasi serupa juga dialokasikan untuk pembangunan jalan Pasar Anom Baru yang nilainya mencapai Rp67.149.840.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengalokasikan anggaran rehabilitasi Kantor dan MCK Pasar Rubaru sebesar Rp59.866.162. Terakhir ada anggaran untuk rehabilitasi bangunan Pasar Pabrik sebesar Rp59.866.162.
Total dana proyek yang dialokasikan pemerintah untuk pengerjaan fisik revitalisasi pasar itu mencapai Rp302.683.949. Selain itu, Pemkab Sumenep menyediakan anggaran lain untuk kegiatan perencanaan dan pengawasan program.
Khusus agenda perencanaan proyek, dikelompokkan menjadi tiga paket anggaran. Salah satunya adalah perencanaan rehabilitasi Kantor dan MCK Pasar Rubaru, Pasar Manding dan Pasar Kayu. Perencanaan untuk tiga pasar tersebut dijadikan satu paket dengan nilai anggaran sebesar Rp9.074.133.
Sedangkan paket perencanaan berikutnya yaitu terkait rehabilitasi bangunan Pasar Pabrik dan Pasar Gapura yang disediakan anggaran sebesar Rp5.060.289. Paket ketiga yaitu perencanaan pembangunan jalan Pasar Anom Baru Sumenep dengan alokasi sebesar Rp3.342.455. Total biaya perencanaan terakumulasi menjadi sebesar Rp17.476.877.
Tidak selesai di situ saja, alokasi anggaran dari pemerintah kabupaten juga disiapkan untuk biaya pengawasan proyek yang juga dikelompokkan menjadi tiga paket. Masing-masing di antaranya adalah pengawasan rehabilitasi Kantor dan MCK Pasar Rubaru, Pasar Manding dan Pasar Kayu sebesar Rp6.049.415.
Paket kedua yakni disiapkan anggaran untuk pengawasan pembangunan jalan Pasar Anom Baru sebesar Rp2.506.911. Sementara itu, pengawasan untuk program rehabilitasi bangunan Pasar Gapura dan Pasar Pabrik disiapkan anggaran sebesar Rp3.373.526. Total anggaran pengawasan proyek revitalisasi enam pasar itu mencapai Rp11.929.852.
Proyek fisik dengan alokasi anggaran ratusan juta ini, melekat di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep. Saat ini, progresivitas program itu baru saja selesai tahap perencanaan.
Kabid Perdagangan, Diskop UKM Perindag Sumenep, Idham Halil, mengatakan tahap penunjukan langsung (PL) sudah mulai diproses. Dia menargetkan, pengerjaan fisik dapat digarap awal Mei mendatang.
“Kalau masa pekerjaannya, kami targetkan tuntas dalam 90 hari kalender,” ungkapnya, Senin (20/04/2026).
Idham memastikan, batas waktu ditentukan untuk masa penggarapan proyek revitalisasi pasar itu sudah sangat cukup. Sebab kata dia, pembangunan fisik yang harus dikerjakan tidak begitu sulit.
“Seperti pembangunan MCK dipastikan selesai dalam dua bulan,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari, meminta eksekutif untuk mengoptimalkan realisasi program revitalisasi pasar tersebut. Meskipun di samping itu, anggaran yang tersedia sangat terbatas.
“Anggaran tahun ini memang kecil,” ujarnya.
Dia menyarankan eksekutif agar tidak terlalu bergantung pada alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Langkah strategis lainnya harus dilakukan untuk mengatasi persoalan minimnya alokasi kuangan daerah.
“Pemkab harus mencari solusi atas keterbatasan ini agar pelayanan terhadap masyarakat tetap memuaskan,” pungkasnya. (bus/red)






