Polemik Efesiensi, Ketua Komisi III DPRD Sumenep: Sejak Kapan Eksekutif Punya Fungsi Anggaran

Selasa, 11 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, radarpantura.id – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep M. Muhri menolak tegas efisiensi anggaran sebagaimana yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep Edy Rasyadi beberapa waktu lalu..

Polemik penolakan ini dipicu karena pihak Eksekutif merasa tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan serta pola pemangkasan anggaran tersebut.

M. Muhri mengatakan, dengan alasan apapun efisiensi tidak bisa diterima. Sebab tidak pernah ada rapat membahas mengenai teknis pemangkasan anggaran sebagaimana yang berkembang akhir-akhir ini.

“Pada prinsipnya, kita menolak wacana pemangkasan kegiatan kedewanan. Bukan kita tidak patuh pada Inpres. Tapi kita merasa tidak pernah dilibatkan membahas masalah Inpres dan turunannya itu,” tegas M. Muhri, Selasa 11 Maret 2025.

Ia melanjutkan, pola efisiensi anggaran di Kabupaten Sumenep belum jelas, oleh karena itu dengan alasan apapun tidak bisa menerima jika terjadi efisiensi anggaran pada kegiatan kedewanan. Terutama kegiatan yang menyentuh langsung kepada kepentingan masyarakat.

“Termasuk soal Perdin. Seharusnya ada pembahasan terlebih dahulu. Tidak ujug-ujug dipangkas. Aneh tapi nyata ini,” paparnya.

Ia menegaskan, penyampaian bahwa beberapa kegiatan kedewanan terkena imbas termasuk overlap, itu bagian dari sikap yang berlebihan dalam memahami kerangka tupoksinya.

“Sejak kapan eksekutif memiliki fungsi anggaran sebagaimana legislatif. Berkaitan anggaran seharusnya ada pembahasan dengan legislatif, bukan main sliding begitu saja,” pungkasnya. (*/zn)

Berita Terkait

25 Pejabat Dirotasi, Bupati Sumenep Tekankan Optimalisasi Kinerja
Rotasi Lima Pejabat Pemkab Sumenep, Bupati Fauzi Minta Genjot Pelayanan Publik
Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN
Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga
PPSE Sumenep Tersendat, Sosialisasi Pemerintah Dituding Lemah
Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran
DKPP Sumenep Salurkan Bantuan Benih Bawang Merah, Porsi Anggaran Mencapai Rp2,4 Miliar
Dukung Proyek Strategis Nasional, Bappeda Perkuat Validitas Data OPD

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:58

25 Pejabat Dirotasi, Bupati Sumenep Tekankan Optimalisasi Kinerja

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:55

Rotasi Lima Pejabat Pemkab Sumenep, Bupati Fauzi Minta Genjot Pelayanan Publik

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52

Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:28

Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:43

PPSE Sumenep Tersendat, Sosialisasi Pemerintah Dituding Lemah

Berita Terbaru