Pasca Pemilu dan Pilkada Bangkalan, Ulama dan Blater Harus Berjalan Beriringan

Kamis, 26 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN, beritadata.id – Wakil Ketua PCNU Bangkalan sekaligus anggota DPRD Jawa Timur, KH. Nasih Aschal, menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan kaum blater dalam menjaga stabilitas sosial dan memajukan Kabupaten Bangkalan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ra Nasih, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Kholil, dalam acara silaturahmi dengan anggota DPRD Bangkalan di Pondok Pesantren Al-Kholiliyah Annururoniyah, Demangan Timur, Bangkalan, pada Kamis (26/12/2024).

Menurut Ra Nasih, ulama dan blater memiliki peran yang sama pentingnya di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa setelah pemilu dan pilkada, semua pihak harus bersatu, termasuk para ulama dan kaum blater.

“Kelompok blater dan kelompok kiai tidak bisa dipisahkan. Mereka memiliki peran penting dalam meredam konflik di masyarakat. Para kiai, dengan fatwa dan nasihatnya, dapat mendinginkan suasana. Sementara itu, blater memiliki kemampuan memimpin dan menggerakkan masyarakat di tingkat akar rumput,” ujarnya.

Ra Nasih juga menambahkan bahwa blater tidak selalu memiliki konotasi negatif. Sebaliknya, kaum blater dapat memegang peran strategis dalam pembangunan daerah, terutama di Bangkalan.

“Blater memiliki konotasi positif, yaitu sebagai figur yang dihormati dan memiliki pengaruh besar di masyarakat. Kita harus melihat peranan mereka secara konstruktif. Apalagi setelah pilkada ini, mari kita bersama-sama berusaha memajukan Bangkalan. Jangan selalu ulama dan blater dibenturkan, karena kita sama-sama memiliki peranan penting dalam masyarakat,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa baik ulama maupun blater sama-sama menjadi acuan masyarakat dalam mencari solusi atas permasalahan di tingkat bawah. Selain itu, kedua kelompok tersebut mampu menjadi penengah dalam menyelesaikan konflik di masyarakat.

“Ulama dan blater sama-sama bisa menjadi penengah dalam penyelesaian masalah. Mari kita fokus pada kolaborasi untuk menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan menjaga harmoni sosial,” imbuh Ra Nasih.

Dengan semangat kebersamaan ini, KH. Nasih Aschal berharap ulama dan blater dapat beriringan dalam memberikan kontribusi nyata untuk membangun Kabupaten Bangkalan yang lebih baik. (Red)

Berita Terkait

Buntut Pernyataan Kontroversial, Wakil Ketua DPRD Sumenep Dilaporkan ke BK Soal Etik
Proyek Renovasi Kantor Bank Jatim Cabang Sumenep Memakan Korban Jiwa
Komisi Informasi dan DPRD Sumenep Perkuat Sinergitas
Ramadhan Berkah, PBV Bharata Muda Berbagi Takjil hingga Santuni Anak Yatim
Survei Penilaian Integritas KPK, Sumenep Raih Nilai 77,58 Tertinggi di Jatim
Perkuat Kemitraan, SKK Migas dan PHE WMO Dukung Kesejahteraan Masyarakat Bangkalan
Bappeda Sumenep Dorong Penguatan Kualitas SDM Unggul Lewat Program RAD-PG
DPRD Sumenep Usulkan Raperda PWK Sistematis

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:01

Buntut Pernyataan Kontroversial, Wakil Ketua DPRD Sumenep Dilaporkan ke BK Soal Etik

Sabtu, 18 April 2026 - 07:32

Proyek Renovasi Kantor Bank Jatim Cabang Sumenep Memakan Korban Jiwa

Rabu, 1 April 2026 - 11:00

Komisi Informasi dan DPRD Sumenep Perkuat Sinergitas

Senin, 24 Maret 2025 - 07:59

Ramadhan Berkah, PBV Bharata Muda Berbagi Takjil hingga Santuni Anak Yatim

Rabu, 19 Maret 2025 - 12:56

Survei Penilaian Integritas KPK, Sumenep Raih Nilai 77,58 Tertinggi di Jatim

Berita Terbaru