KKNT di Desa Totosan Sumenep, Mahasiswa UTM Bawa Program Pelatihan Kemandirian Ekonomi Kelompok Tani

Senin, 16 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, beritadata.id – Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Desa Totosan, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Senin 16 September 2024.

Kegiatan ini bertema “Peningkatan Kemandirian Ekonomi Kelompok Tani Melalui Pelatihan Produksi Halal dan Pendampingan Sertifikasi Halal.” Program ini berlangsung hingga 15 Desember 2024 mendatang dengan Dr. Firman Setiawan, SHI., MEI., sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Hari pertama, mahasiswa peserta KKNT bersama DPL bersilaturahmi dengan Kepala Desa Totosan sebagai bagian dari rangkaian program kerja yang diinisiasi untuk memperkuat hubungan dan koordinasi dengan pemerintah desa. Kegiatan silaturahmi ini merupakan bentuk sinergi antara kampus dan masyarakat untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Dr. Firman Setiawan menyatakan bahwa program ini merupakan tanggung jawab perguruan tinggi, baik secara akademis maupun moral, untuk turut berperan dalam pemberdayaan masyarakat desa.

“Kami berharap pelatihan dan pendampingan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada kelompok tani tentang pentingnya sertifikasi halal, sehingga mampu meningkatkan kualitas produk mereka dan membuka akses pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Kegiatan ini sejalan dengan visi UTM untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat, khususnya di pedesaan. Selain memberikan pelatihan, mahasiswa juga akan mendampingi proses sertifikasi halal produk-produk hasil pertanian yang dihasilkan oleh kelompok tani di desa tersebut.

Kepala Desa Totosan menyambut baik kegiatan ini dan berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut. “Program seperti ini sangat bermanfaat bagi warga kami, terutama dalam hal meningkatkan kualitas dan daya saing produk pertanian,” katanya.

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Desa Totosan dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah melalui sertifikasi halal. (*)

Berita Terkait

BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak
DJP Gandeng TNI-Polri Terkait Pajak, KP2KP Sumenep Berdalih untuk Pengamanan
Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN
Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga
Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran
Kawal Kelangkaan BBM Bersubsidi, Bemsu Demo Kantor DPRD dan Bupati Sumenep
Proyek SRT Sumenep Disediakan Anggaran Ratusan Miliar, Status Lahan Masih Bermasalah
Pesan Barang Tanpa Bayar, Pedagang Kelontong di Sumenep Jadi Korban Penipuan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:36

BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52

Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:28

Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:47

Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran

Senin, 6 Juli 2026 - 11:13

Kawal Kelangkaan BBM Bersubsidi, Bemsu Demo Kantor DPRD dan Bupati Sumenep

Berita Terbaru