DKPP Sumenep Gencarkan Swasembada Pangan, Pendampingan Petani dan Demfarm Diperkuat

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERKOLABORASI: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid (kaos potih) menghadiri kegiatan penanaman padi. (DKPP Sumenep for Radarpantura.id)

BERKOLABORASI: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid (kaos potih) menghadiri kegiatan penanaman padi. (DKPP Sumenep for Radarpantura.id)

SUMENEP, Radarpantura.id – Realisasi luas tanam di Sumenep baru mencapai 12.836 hektare hingga September 2026, dari target tahunan 40.548,28 hektare. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep memperkuat pendampingan petani untuk mendorong pencapaian target swasembada pangan.

Capaian tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap program swasembada pangan nasional. Peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian menjadi fokus untuk memperkuat ketersediaan pangan daerah.

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, penguatan program dilakukan melalui sosialisasi kepada petani di sejumlah wilayah sasaran. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan luas tanam sekaligus mengoptimalkan hasil produksi pertanian.

“Upaya penguatan terus kami lakukan, salah satunya melalui sosialisasi ke sejumlah wilayah yang menjadi cakupan program swasembada pangan,” terangnya.

Selain sosialisasi, DKPP mengembangkan program pendukung untuk memperkuat penerapan budi daya pertanian. Salah satunya ialah demfarm PM-AAS sebagai percontohan budi daya padi modern di Kota Keris.

“Kami berharap program ini bisa menjadi pembelajaran bagi petani untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil tanam,” ujarnya.

Chainur menjelaskan, program swasembada pangan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia untuk mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Peningkatan kapasitas petani dan pendampingan berkelanjutan dinilai penting untuk mencapai sasaran produksi.

“Melalui produksi pangan yang lebih baik, tentunya daerah akan mampu mencapai target swasembada pangan,” tegasnya.

Chainur optimistis penguatan budi daya dan pendampingan petani dapat membantu Sumenep mencapai target swasembada pangan. Peningkatan produksi juga diharapkan berdampak pada kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.

“Harapannya, dengan upaya maksimal semua akan memenuhi sesuai target tanam yang ditentukan tanpa ada kendala,” pungkasnya. (*/bus)

Berita Terkait

BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag
BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026
Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi
DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian
DKPP Sumenep Kebut Realisasi Program DBHCHT 2026
DKPP Sumenep Genjot Irigasi Tenaga Surya untuk Lahan Pertanian
DKPP Sumenep Perluas Jangkauan Air, Bidik Lahan Tidur Jadi Produktif
DPMD Sumenep Rancang Mekanisme Pilkades 2027 dengan Dua Skema

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:26

BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:23

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:20

Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:17

DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:14

DKPP Sumenep Gencarkan Swasembada Pangan, Pendampingan Petani dan Demfarm Diperkuat

Berita Terbaru

BERPRESTASI: Jajaran Direksi BPRS Bhakti Sumekar menunjukkan piagam penghargaan Excellent Performance Sharia Rural Economic Bank Sharia Award 2026 yang digelar oleh Majalah Infobank di Jakarta, Kamis (8/10).

Daerah

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 05:23