DKPP Sumenep Genjot Irigasi Tenaga Surya untuk Lahan Pertanian

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid

SUMENEP, Radarpantura.id – Ketergantungan pada curah hujan menjadi tantangan bagi petani dalam menjaga produktivitas lahan pertanian. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep mendorong modernisasi irigasi melalui Gerakan Modernisasi Air Pertanian Tenaga Surya (GEDE TANINYA).

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menjelaskan, program tersebut memanfaatkan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Teknologi ini menggunakan energi matahari untuk mengalirkan air tanah maupun sungai menuju lahan pertanian.

Penerapan pompa tenaga surya menjadi alternatif pengairan bagi lahan yang selama ini bergantung pada curah hujan. Ketersediaan air diharapkan lebih terjaga, terutama saat musim kemarau yang kerap menghambat aktivitas pertanian.

Modernisasi irigasi berbasis energi terbarukan ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan air. Program GEDE TANINYA juga diarahkan untuk menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Penggunaan pompa air tenaga surya ini sangat efisien karena petani tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak maupun listrik PLN untuk mengoperasikan pompa air,” katanya.

Menurut Chainur, pasokan air yang lebih stabil berpotensi meningkatkan indeks pertanaman di sejumlah wilayah. Lahan yang sebelumnya hanya ditanami sekali setahun berpeluang dikembangkan menjadi dua hingga tiga kali tanam, menyesuaikan kondisi setempat.

“Selain mengurangi biaya operasional, PATS lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan energi terbarukan,” ujarnya.

Teknologi tersebut diklaim tidak menghasilkan emisi karbon dari penggunaan bahan bakar serta memiliki kebutuhan perawatan relatif rendah. Program GEDE TANINYA juga mendapat respons positif dari kelompok tani penerima manfaat.

Pasokan air yang lebih teratur membuka peluang pengembangan berbagai komoditas pertanian di Sumenep. Komoditas tersebut meliputi padi, jagung, hingga tanaman hortikultura.

“Ini menjadi upaya kami untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah,” tandasnya. (*/bus)

Berita Terkait

BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag
BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026
Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi
DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian
DKPP Sumenep Gencarkan Swasembada Pangan, Pendampingan Petani dan Demfarm Diperkuat
DKPP Sumenep Kebut Realisasi Program DBHCHT 2026
DKPP Sumenep Perluas Jangkauan Air, Bidik Lahan Tidur Jadi Produktif
DPMD Sumenep Rancang Mekanisme Pilkades 2027 dengan Dua Skema

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:26

BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:23

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:20

Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:17

DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:14

DKPP Sumenep Gencarkan Swasembada Pangan, Pendampingan Petani dan Demfarm Diperkuat

Berita Terbaru

BERPRESTASI: Jajaran Direksi BPRS Bhakti Sumekar menunjukkan piagam penghargaan Excellent Performance Sharia Rural Economic Bank Sharia Award 2026 yang digelar oleh Majalah Infobank di Jakarta, Kamis (8/10).

Daerah

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 05:23