SUMENEP, Radarpantura.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep menuntaskan penyaluran 47 unit hand tractor kepada kelompok tani (Poktan). Program senilai hampir Rp2 miliar itu diharapkan mampu mempercepat modernisasi sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas lahan.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan seluruh bantuan telah disalurkan. Distribusi kepada 47 Poktan telah dilakukan pada Juni 2026.
Anggaran pengadaan hand tractor mencapai sekitar Rp1,9 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2025–2026.
Menurut Inung, sapaan akrab Chainur Rasyid, bantuan alsintan diberikan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan pertanian. Pemanfaatan alat modern diharapkan mampu mendongkrak hasil produksi, khususnya komoditas padi.
“Ini bagian dari modernisasi pertanian,” katanya.
Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura, M. Rafiki, mengapresiasi penyaluran bantuan tersebut. Dia menilai program itu dapat mempercepat modernisasi pertanian di Kabupaten Sumenep.
Meski demikian, Rafiki mengingatkan pentingnya transparansi dalam proses distribusi bantuan. Pengawasan dinilai harus diperkuat agar program tepat sasaran dan terhindar dari penyimpangan.
“Aspek pemerataan, transparansi, dan pengawasan harus menjadi perhatian agar tidak terjadi penyimpangan,” ujarnya.
Rafiki meminta pemerintah melakukan evaluasi secara berkala terhadap pemanfaatan hand tractor oleh kelompok tani. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas pertanian.
“PPerlu ada monitoring dan evaluasi agar benar-benar berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian,” tambahnya. (mif/bus)






