Diskop UKM Perindag Sumenep Siapkan Pengadaan Fasilitas APHT Rp700 Juta dari DBHCHT

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENGAWASAN: Diskop UKM Perindag melakukan monev ke kawasan APHT Sumenep beberapa waktu lalu. (Diskop UKM Perindag Sumenep for Radarpantura.id)

PENGAWASAN: Diskop UKM Perindag melakukan monev ke kawasan APHT Sumenep beberapa waktu lalu. (Diskop UKM Perindag Sumenep for Radarpantura.id)

SUMENEP, Radarpantura.id – Pemkab Sumenep menyiapkan anggaran Rp700 juta untuk melengkapi sarana operasional Aglomerasi Perusahaan Hasil Tembakau (APHT). Pengadaan fasilitas tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026.

Program itu dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep. Proses pengadaannya akan dilakukan melalui sistem e-purchasing atau katalog elektronik.

Plt Kabid Perindustrian Diskop UKM Perindag Sumenep, Didik Prayitno, mengatakan saat ini program masih berada pada tahap validasi setelah penetapan di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Tahap berikutnya adalah memasukkan paket pengadaan ke dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP).

Didik menjelaskan salah satu fasilitas yang akan disediakan salah satunya adalah brankas penyimpanan pita cukai. Setiap tenant perusahaan rokok diwajibkan memiliki satu unit brankas sesuai ketentuan kepabeanan.

“Itu sudah ketentuan dari Bea Cukai,” katanya, Rabu (22/7)

Selain brankas, juga akan disediakan perangkat komputer dan lemari penyimpanan dokumen. Fasilitas tersebut dibutuhkan untuk menunjang operasional perusahaan rokok (PR) yang telah menempati kawasan APHT.

Menurut Didik, saat ini fasilitas di kawasan APHT masih sangat terbatas. Perlengkapan yang tersedia baru berupa meja dan kursi.

“Fasilitas lainnya masih dalam proses pengadaan,” jelasnya.

Pengadaan seluruh perlengkapan dilakukan berdasarkan jumlah tenant yang telah beroperasi. Saat ini terdapat 11 PR yang menjadi penghuni kawasan APHT Sumenep.

Diskop UKM Perindag Sumenep menargetkan seluruh proses pengadaan selesai sebelum akhir tahun. Harapannya, seluruh tenant dapat memanfaatkan fasilitas secara optimal untuk mendukung kegiatan produksi.

“Kami pastikan semua pengadaan barang jasa selesai sebelum akhir tahun,” pungkasnya. (*/bus)

Berita Terkait

Hari Jadi ke-757 Sumenep, SDN Pangarangan 1 Kenalkan Sejarah Keraton kepada Siswa
BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag
BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026
Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi
DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian
DKPP Sumenep Gencarkan Swasembada Pangan, Pendampingan Petani dan Demfarm Diperkuat
DKPP Sumenep Kebut Realisasi Program DBHCHT 2026
DKPP Sumenep Genjot Irigasi Tenaga Surya untuk Lahan Pertanian

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:13

Hari Jadi ke-757 Sumenep, SDN Pangarangan 1 Kenalkan Sejarah Keraton kepada Siswa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:26

BPRS Bhakti Sumekar Buka Akses Pembiayaan Syariah bagi PPPK Kemenag

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:23

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:20

Pemkab Sumenep Buka Ruang Kolaborasi, Santri Didorong Perkuat Kontribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:17

DKPP Sumenep Genjot Kompetensi Petani hingga Teknologi Pertanian

Berita Terbaru

BERPRESTASI: Jajaran Direksi BPRS Bhakti Sumekar menunjukkan piagam penghargaan Excellent Performance Sharia Rural Economic Bank Sharia Award 2026 yang digelar oleh Majalah Infobank di Jakarta, Kamis (8/10).

Daerah

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 05:23