APBD 2025 Disepakati, DPRD Minta Pemkab Sumenep Maksimalkan Pendapatan Daerah

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LEGISLASI: DPRD Sumenep menggelar rapat paripurna bersama pemerintah daerah, Senin (29/6). (DPRD Sumenep for Radarpantura.id)

LEGISLASI: DPRD Sumenep menggelar rapat paripurna bersama pemerintah daerah, Senin (29/6). (DPRD Sumenep for Radarpantura.id)

SUMENEP, radarpantura.id – DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sumenep menyepakati Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Meski disetujui, legislatif tetap menyoroti perlunya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Persetujuan ditandai dengan penandatanganan naskah bersama dalam rapat paripurna, Senin (29/6). Pembahasan rancangan tersebut sebelumnya telah melalui evaluasi di tingkat komisi dan Badan Anggaran.

Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin mengatakan seluruh tahapan pembahasan telah diselesaikan. Hasil evaluasi komisi kemudian disinkronkan dengan nota penjelasan bupati.

“Kami sudah menghimpun hasil laporan pembahasan di tingkat komisi yang disinkronkan dengan nota penjelasan bupati,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pembahasan, sisa lebih perhitungan anggaran atau Silpa mencapai Rp317.200.504.951,50. Sementara pembiayaan netto tercatat sebesar Rp259.878.723.060,18.

Dengan demikian, terdapat selisih sebesar Rp57.321.781.891,32. Badan Anggaran menilai capaian tersebut menunjukkan tren positif pengelolaan APBD 2025.

Meski demikian, DPRD memberikan sejumlah catatan kepada pemerintah daerah. Salah satunya berkaitan dengan upaya meningkatkan PAD secara lebih optimal.

Menurut Zainal, pemerintah daerah perlu menggali seluruh potensi pendapatan yang tersedia. Namun, kebijakan peningkatan PAD tidak boleh membebani masyarakat.

“Pemerintah daerah harus lebih mengoptimalkan sumber-sumber PAD. Namun, tidak boleh sampai membebani masyarakat,” katanya.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengapresiasi kerja sama DPRD selama pembahasan berlangsung. Menurutnya, seluruh tahapan dapat diselesaikan hingga mencapai persetujuan bersama.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas berbagai saran dan masukan dari legislatif. Rekomendasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi penyusunan APBD pada tahun berikutnya.

“Pandangannya akan menjadi bahan penyempurnaan penyusunan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, dan pengawasan APBD ke depan,” ucapnya.

Fauzi berharap pengelolaan keuangan daerah semakin efektif dan akuntabel pada masa mendatang. Peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi fokus pemerintah daerah.

Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 selanjutnya dikirim ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dokumen tersebut akan menjalani proses evaluasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pemerintah daerah akan terus berupaya maksimal memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (*/bus)

Berita Terkait

Gemilang Nusantara Tutup Semarak Kemerdekaan dengan Santunan dan Hiburan Meriah
Bimbel Gemilang Nusantara Perkuat Ekosistem Pendidikan Lewat JJS Kemerdekaan
Gus Navis Melaju Sendiri Menuju Kursi Ketua DPD Golkar Sumenep
Seleksi Pengisian Empat Kursi Pimpinan OPD Sumenep Nihil Pendaftar
BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak
Operasionalisasi Fasilitas RDF di TPA Sumenep Macet, DLH Berdalih Akibat Perbaikan Bangunan
Kerja Sama DLH Sumenep dengan PT SBI Tak Tuntas, 40 Ton RDF Tak Terjual
DJP Gandeng TNI-Polri Terkait Pajak, KP2KP Sumenep Berdalih untuk Pengamanan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:30

Gemilang Nusantara Tutup Semarak Kemerdekaan dengan Santunan dan Hiburan Meriah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:11

Bimbel Gemilang Nusantara Perkuat Ekosistem Pendidikan Lewat JJS Kemerdekaan

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:20

Gus Navis Melaju Sendiri Menuju Kursi Ketua DPD Golkar Sumenep

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:27

Seleksi Pengisian Empat Kursi Pimpinan OPD Sumenep Nihil Pendaftar

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:36

BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak

Berita Terbaru