SPPG Aeng Merah Akui Belum Bangun IPAL, Limbah Dibuang ke Sumur Mati

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI: Petugas SPPG sedang menyajikan menu MBG. (Radarpantura/Istimewa)

ILUSTRASI: Petugas SPPG sedang menyajikan menu MBG. (Radarpantura/Istimewa)

SUMENEP, radarpantura.id – Pengelolaan limbah dapur SPPG Yayasan Husnul Khatimah di Desa Aeng Merah menuai sorotan. Pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut diduga belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai ketentuan.

Warga menilai, limbah dapur itu berpotensi mencemari lingkungan. Pasalnya, pembuangan dilakukan ke sumur mati yang berada di dekat waduk.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan limbah sebelumnya dibuang di dekat permukiman. Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat karena menimbulkan gangguan lingkungan.

“Masyarakat banyak mengeluh karena limbah dibuang di dekat rumah penduduk,” ungkapnya, Selasa (23/6).

Setelah mendapat protes warga, pengelola memindahkan lokasi pembuangan limbah. Namun, lokasi baru dinilai tetap berisiko karena berada di sekitar kawasan waduk.

Warga menilai persoalan belum benar-benar terselesaikan. Bau limbah disebut masih tercium hingga area sekitar waduk.

“Bau limbahnya tercium menyengat sampai ke area waduk. Ini sudah jelas bisa mencemari lingkungan,” katanya.

Ketua Yayasan Husnul Khatimah Ach Syu’ib membenarkan pihaknya belum memiliki tempat pengolahan limbah khusus. Ia mengakui limbah sementara masih dibuang ke sumur mati.

“Sekarang masih dibuang ke sumur mati, lokasinya memang dekat dengan waduk,” ujarnya.

Menurut Syu’ib, sumur mati tersebut memiliki kedalaman yang cukup. Karena itu, ia menilai pembuangan limbah di lokasi tersebut tidak menimbulkan persoalan.

“Kalau menurut saya sudah sangat dalam,” ucapnya.

Ia menyatakan pembangunan fasilitas pembuangan limbah sesuai ketentuan telah direncanakan. Pekerjaan itu ditargetkan dimulai pada masa libur sekolah.

“Memang ada rencana untuk membangun tempat pembuangan limbah semasa liburan ini,” dalihnya.

Syu’ib mengaku pembangunan belum dilakukan karena kesulitan mencari tenaga kerja. Banyak pekerja, menurutnya, masih disibukkan dengan penyambutan jemaah haji.

“Banyak yang masih sibuk menyambut kepulangan haji, tapi secepatnya tempat pembuangan limbah itu saya buat,” pungkasnya. (*/bus)

Berita Terkait

Bantuan PKH Dibekukan Akibat Judol, Pendamping Tak Ketahui Rekap KPM Bermasalah
Mantan Kades Kebunan Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Tanda Tangan, Polisi Mendadak Hentikan Penyidikan
Warga Pasongsongan Tangkap Maling Trafo Perahu Nelayan
BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak
DJP Gandeng TNI-Polri Terkait Pajak, KP2KP Sumenep Berdalih untuk Pengamanan
Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN
Pedagang Tahu Bulat Meninggal di Kamar Kos, Polisi Sebut Autopsi Tak Disetujui Keluarga
Jalan Lingkar Bandara Sumenep Dibangun Bertahap, Pekerjaan Awal Dapat Porsi Miliaran

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:02

Bantuan PKH Dibekukan Akibat Judol, Pendamping Tak Ketahui Rekap KPM Bermasalah

Minggu, 13 September 2026 - 03:50

Mantan Kades Kebunan Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Tanda Tangan, Polisi Mendadak Hentikan Penyidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:46

Warga Pasongsongan Tangkap Maling Trafo Perahu Nelayan

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:36

BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:39

DJP Gandeng TNI-Polri Terkait Pajak, KP2KP Sumenep Berdalih untuk Pengamanan

Berita Terbaru

KOMPAK: Pegawai Bappeda Sumenep berfoto bersama di depan stand. (Bappeda Sumenep for Radarpantura.id)

Daerah

Bappeda Sumenep Raih Stand Terbaik MNV 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:06