Lestarikan Budaya Lokal, Madura Batik Fest 2026 Resmi Digelar

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEREMONIAL: Pembukaan Madura Batik Fest 2026 di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (20/05/2026). (Panitia for radarpantura.id)

SEREMONIAL: Pembukaan Madura Batik Fest 2026 di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (20/05/2026). (Panitia for radarpantura.id)

SUMENEP, radarpantura.id – Madura Batik Fest 2026 resmi dibuka di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (20/05/2026). Festival ini mengangkat tema “Batik Madura Bangkit: Merawat Warisan, Menguatkan Identitas Bangsa.”

Kegiatan tersebut digelar dengan menggandeng Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep. Panitia menyiapkan sejumlah agenda, mulai dari pelatihan membatik, workshop, hingga pameran batik yang akan digelar dalam rangkaian kegiatan lanjutan.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Setdakab Sumenep, Huzbul Wathan, yang hadir mewakili Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan pengembangan batik tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya daerah. Menurut dia, sektor batik juga memiliki dampak terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

“Pemkab Sumenep terus mendukung pengembangan batik, salah satunya menjadikan batik sebagai seragam pejabat setiap hari Jumat,” katanya.

Ia menyebut pemerintah daerah terus mendorong pelestarian budaya lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat. Selain batik, pemerintah daerah juga mulai memasukkan keris sebagai bagian dari identitas budaya Sumenep.

“Pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk membumikan kebudayaan lokal Sumenep,” ujarnya.

Penyelenggara kegiatan, Sayuti, mengatakan Madura Batik Fest 2026 dirancang berkelanjutan dan tidak berhenti pada pembukaan acara semata. Panitia, kata dia, tengah menyiapkan agenda pameran serta sejumlah kegiatan budaya lain dalam satu tahun ke depan.

“Acara ini akan berlanjut dan nanti ada pameran juga. Kami ingin mengangkat budaya Sumenep,” katanya.

Menurut Sayuti, sedikitnya enam agenda kebudayaan ditargetkan terlaksana dalam satu tahun mendatang. Fokus kegiatan diarahkan pada budaya lokal yang mulai kehilangan perhatian masyarakat.

“Ini akan menjadi gerakan bersama untuk menjaga budaya,” tegasnya.

Ketua PC IPNU Sumenep, Ainul Yakin, mengatakan keterlibatan IPNU dan IPPNU menjadi bentuk partisipasi pelajar dalam menjaga keberlangsungan budaya Madura. Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga harus mengambil peran sebagai penggerak pelestarian budaya di lingkungan masyarakat.

“Melestarikan budaya bukan hanya tugas pemerintah atau tokoh budaya, tetapi tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (*/bus)

Berita Terkait

Film “Di Balik Ilusi Tembakau” Bongkar Mitos Rokok, Akademisi Desak Pemerintah Tak Setengah Hati
Nobar dan Diskusi Film “Di Balik Ilusi Tembakau” Bongkar Sistem Industri Rokok Sebagai Silent Killer
Jalan Trunojoyo Disebut Zona Merah PKL, DPRD Tekankan Solusi Jangka Panjang
Antara Perlindungan dan Penundaan: Nasib Guru Non-ASN Pasca SE 7/202
DPRD Sumenep Percepat Pembahasan Raperda Pengelolaan Aset Daerah
Evaluasi LKPJ 2025, DPRD Sumenep Tekankan Ketimpangan Infrastruktur
Bappeda Sumenep Libatkan Lintas Sektor dalam Penyusunan RKPD 2027
Bappeda Sumenep Terapkan Perencanaan Berjenjang untuk Perkuat Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 03:06

Lestarikan Budaya Lokal, Madura Batik Fest 2026 Resmi Digelar

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:01

Film “Di Balik Ilusi Tembakau” Bongkar Mitos Rokok, Akademisi Desak Pemerintah Tak Setengah Hati

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:52

Nobar dan Diskusi Film “Di Balik Ilusi Tembakau” Bongkar Sistem Industri Rokok Sebagai Silent Killer

Senin, 18 Mei 2026 - 08:04

Jalan Trunojoyo Disebut Zona Merah PKL, DPRD Tekankan Solusi Jangka Panjang

Senin, 18 Mei 2026 - 03:37

Antara Perlindungan dan Penundaan: Nasib Guru Non-ASN Pasca SE 7/202

Berita Terbaru