SUMENEP, radarpantura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mengoptimalkan perumusan rencana pembangunan daerah. Tiap kebijakan yang akan diambil, dilakukan sinkronisasi dengan regulasi di atasnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto mengatakan, sinkronisasi kebijakan adalah bagian terpenting dalam mendorong keberhasilan pembangunan daerah. Bahkan menurutnya, hal itu menjadi prasyarat utama.
Tiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah, lanjut dia, memang seharusnya diselaraskan dengan kebijakan pemerintah provinsi hingga pusat. Hal itu untuk menjamin efektivitas keberhasilan program.
“Pembangunan harus dirancang dalam satu tarikan napas yang sama,” ungkapnya, Senin (4/5/26).
Melalui sinkronisasi kebijakan lintas pemerintahan, maka tiap kebijakan yang diterapkan bisa saling menguatkan satu sama lain. Sebab, kata Arif, pembangunan yang dicanangkan pemerintah tidak bisa dijalankan secara sendiri-sendiri.
Sehubungan dengan itu, Bappeda Sumenep mengadopsi pendekatan pembangunan terpadu (integrated development). Konsep ini menekankan koordinasi lintas sektor dan lintas level pemerintahan.
“Kami menargetkan efektivitas program sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan daerah,” pungkasnya. (*/bus)






