Revitalisasi Enam Pasar di Sumenep Telan Anggaran Ratusan Juta

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKSEKUTIF: Kabid Perdagangan Diskop UKM Perindag Sumenep, Idham Halil. (Moh Busri/radarpatura.id)

EKSEKUTIF: Kabid Perdagangan Diskop UKM Perindag Sumenep, Idham Halil. (Moh Busri/radarpatura.id)

SUMENEP, radarpantura.id – Anggaran proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Sumenep tahun ini mencapai Rp332 juta. Objek pembangunannya berjumlah enam pasar yang tersebar di beberapa kecamatan.

Rincian detail program fisik itu meliputi pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) Pasar Kayu sebesar Rp69.421.225. Kemudian, program rehabilitasi bangunan Pasar Gapura dengan alokasi anggaran Rp46.319.915.

Berikutnya, ada program rehabilitasi bangunan Pasar Manding yang disediakan anggaran Rp60.324.321. Anggaran revitalisasi serupa juga dialokasikan untuk pembangunan jalan Pasar Anom Baru yang nilainya mencapai Rp67.149.840.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengalokasikan anggaran rehabilitasi Kantor dan MCK Pasar Rubaru sebesar Rp59.866.162. Terakhir ada anggaran untuk rehabilitasi bangunan Pasar Pabrik sebesar Rp59.866.162.

Total dana proyek yang dialokasikan pemerintah untuk pengerjaan fisik revitalisasi pasar itu mencapai Rp302.683.949. Selain itu, Pemkab Sumenep menyediakan anggaran lain untuk kegiatan perencanaan dan pengawasan program.

Khusus agenda perencanaan proyek, dikelompokkan menjadi tiga paket anggaran. Salah satunya adalah perencanaan rehabilitasi Kantor dan MCK Pasar Rubaru, Pasar Manding dan Pasar Kayu. Perencanaan untuk tiga pasar tersebut dijadikan satu paket dengan nilai anggaran sebesar Rp9.074.133.

Sedangkan paket perencanaan berikutnya yaitu terkait rehabilitasi bangunan Pasar Pabrik dan Pasar Gapura yang disediakan anggaran sebesar Rp5.060.289. Paket ketiga yaitu perencanaan pembangunan jalan Pasar Anom Baru Sumenep dengan alokasi sebesar Rp3.342.455. Total biaya perencanaan terakumulasi menjadi sebesar Rp17.476.877.

Tidak selesai di situ saja, alokasi anggaran dari pemerintah kabupaten juga disiapkan untuk biaya pengawasan proyek yang juga dikelompokkan menjadi tiga paket. Masing-masing di antaranya adalah pengawasan rehabilitasi Kantor dan MCK Pasar Rubaru, Pasar Manding dan Pasar Kayu sebesar Rp6.049.415.

Paket kedua yakni disiapkan anggaran untuk pengawasan pembangunan jalan Pasar Anom Baru sebesar Rp2.506.911. Sementara itu, pengawasan untuk program rehabilitasi bangunan Pasar Gapura dan Pasar Pabrik disiapkan anggaran sebesar Rp3.373.526. Total anggaran pengawasan proyek revitalisasi enam pasar itu mencapai Rp11.929.852.

Proyek fisik dengan alokasi anggaran ratusan juta ini, melekat di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep. Saat ini, progresivitas program itu baru saja selesai tahap perencanaan.

Kabid Perdagangan, Diskop UKM Perindag Sumenep, Idham Halil, mengatakan tahap penunjukan langsung (PL) sudah mulai diproses. Dia menargetkan, pengerjaan fisik dapat digarap awal Mei mendatang.

“Kalau masa pekerjaannya, kami targetkan tuntas dalam 90 hari kalender,” ungkapnya, Senin (20/04/2026).

Idham memastikan, batas waktu ditentukan untuk masa penggarapan proyek revitalisasi pasar itu sudah sangat cukup. Sebab kata dia, pembangunan fisik yang harus dikerjakan tidak begitu sulit.

“Seperti pembangunan MCK dipastikan selesai dalam dua bulan,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari, meminta eksekutif untuk mengoptimalkan realisasi program revitalisasi pasar tersebut. Meskipun di samping itu, anggaran yang tersedia sangat terbatas.

“Anggaran tahun ini memang kecil,” ujarnya.

Dia menyarankan eksekutif agar tidak terlalu bergantung pada alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Langkah strategis lainnya harus dilakukan untuk mengatasi persoalan minimnya alokasi kuangan daerah.

“Pemkab harus mencari solusi atas keterbatasan ini agar pelayanan terhadap masyarakat tetap memuaskan,” pungkasnya. (bus/red)

Berita Terkait

DKPP Sumenep Salurkan 47 Hand Tractor, Anggarannya Hampir Rp2 Miliar
Bank Jatim Edukasi ASN Lewat Promo QRIS Rp1, UMKM Ikut Terdongkrak
Bersinergi dengan Pemkab Sumenep, Bank Jatim Perkuat Layanan Digital dan Kredit untuk ASN
Diskop UKM Perindag Sumenep Siapkan Pengadaan Fasilitas APHT Rp700 Juta dari DBHCHT
Diskop UKM Perindag Sumenep Bangun Gudang Kelima APHT, Target Rampung Akhir 2026
Bidik Serapan Tembakau Lokal Meningkat, Pemkab Sumenep Bakal Siapkan Mesin TSG untuk APHT
Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong Industri Rokok Naik Kelas Lewat Pelatihan GMP
Diskop UKM Perindag Pastikan Program DBHCHT Perkuat Legalitas dan Daya Saing Industri Rokok

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00

DKPP Sumenep Salurkan 47 Hand Tractor, Anggarannya Hampir Rp2 Miliar

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:49

Bank Jatim Edukasi ASN Lewat Promo QRIS Rp1, UMKM Ikut Terdongkrak

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:46

Bersinergi dengan Pemkab Sumenep, Bank Jatim Perkuat Layanan Digital dan Kredit untuk ASN

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:35

Diskop UKM Perindag Sumenep Siapkan Pengadaan Fasilitas APHT Rp700 Juta dari DBHCHT

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:32

Diskop UKM Perindag Sumenep Bangun Gudang Kelima APHT, Target Rampung Akhir 2026

Berita Terbaru