SUMENEP, Radarpantura.id – Bank Jatim Cabang Sumenep menggelar Seminar Literasi Keuangan Digital. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula SMAN 2 Sumenep dan diikuti oleh peserta didik setempat pada Kamis (6/8).
Pemimpin Bidang Operasional Bank Jatim Cabang Sumenep, Andy Nufian, mengatakan seminar itu bertujuan membangun kebiasaan finansial yang bijak sejak usia sekolah. Pelajar diperkenalkan dengan QRIS sebagai sistem pembayaran digital melalui aplikasi JConnect.
“Pelajar perlu memahami transaksi digital sekaligus menggunakan layanan keuangan secara bertanggung jawab,” ungkapnya.
Pangkah tersebut, lanjut Andy, memang menjadi anjuran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuan besarnya adalah untuk mengurangi transaksi tunai dan memperluas pembayaran non-tunai.
Andy menjelaskan, QRIS memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi pembayaran. Pelajar juga tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah tertentu ketika bertransaksi.
“Kita tidak perlu membawa uang kertas ke mana-mana. Ibaratnya, dunia sudah dalam genggaman,” katanya.
Materi edukasi tidak hanya membahas transaksi menggunakan QRIS. Bank Jatim turut mengenalkan produk tabungan seperti SiKLUS, SIMPEL, dan Simpeda kepada para siswa.
Andy mengatakan produk SiKLUS mendapat perhatian khusus dalam kegiatan literasi tersebut. Produk tersebut diperkenalkan untuk mendorong kebiasaan menabung sejak usia sekolah.
“Kami lebih mengenalkan SiKLUS karena merupakan produk asli Bank Jatim,” ungkapnya.
Kebiasaan menabung sejak dini dinilai penting dalam membentuk pengelolaan keuangan yang lebih baik. Bank Jatim juga mengenalkan JConnect sebagai bagian dari transformasi layanan perbankan digital.
“JConnect membuat transaksi dan pembayaran menjadi lebih mudah serta praktis,” jelasnya.
Andy menyebut literasi keuangan digital di lingkungan sekolah merupakan investasi pengetahuan bagi generasi muda. Pemahaman tersebut diharapkan membentuk kebiasaan finansial yang sehat pada masa mendatang.
Bank Jatim Cabang Sumenep berharap edukasi tersebut membuat pelajar semakin bijak mengelola keuangan. Penggunaan transaksi non-tunai juga diharapkan meningkat seiring bertambahnya pemahaman layanan digital.
“Selain memberikan kemudahan, transaksi non-tunai menjadi langkah penyesuaian terhadap perkembangan teknologi digital saat ini,” pungkasnya. (*/bus)






