SUMENEP, Radarpantura.id – Ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih menjadi perhatian Bappenas dalam memetakan kebutuhan pembangunan wilayah pesisir dan kepulauan Sumenep. Tim meninjau aktivitas pertanian serta berdialog dengan kelompok tani di Desa Beraji, Kecamatan Gapura.
Ketua Tim Program Penyusunan Kebijakan Inovatif Pengembangan WP3K Bappenas, Aditya Widya Pradipta, menyebut sistem penyuluhan pertanian di Gapura turut menjadi bagian pemetaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi sektor pertanian di wilayah setempat.
Tim Bappenas juga meninjau pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Kecamatan Batang-Batang. Kunjungan itu memberikan gambaran mengenai potensi ekonomi masyarakat pesisir sekaligus kebutuhan penguatan kawasan nelayan.
“Persoalan air bersih juga menjadi perhatian dalam kunjungan kami ke Sumenep,” kata Aditya.
Tim mengidentifikasi kebutuhan penguatan infrastruktur air bersih, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Kebutuhan tersebut mencakup rehabilitasi jaringan perpipaan serta pembangunan sumur bor.
“Penguatan infrastruktur diperlukan untuk mendukung ketersediaan air bagi masyarakat di kawasan yang memiliki keterbatasan layanan,” jelasnya.
Ketahanan pangan serta air dan energi merupakan bagian dari dimensi kajian pengembangan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (WP3K). Kajian itu juga mencakup transformasi ekonomi, konektivitas, lingkungan, serta kondisi sosial ekonomi.
“Temuan lapangan tersebut akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan pengembangan kawasan pesisir dan kepulauan,” tegas Aditya. (*/bus)






