SUMENEP, Radarpantura.id – Achmad Dzulkarnain menegaskan komitmennya usai dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep. Dia menargetkan semua potensi desa dapat dikenalkan dan bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Menurutnya, desa di Sumenep memiliki beragam potensi yang bisa dikelola dengan maksimal. Karena itu, potensi yang ada perlu dipromosikan secara lebih luas agar memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Beragam potensi yang dia sebut meliputi sektor pariwisata, budaya, UMKM, pertanian, perikanan, hingga ekonomi kreatif. Semuanya dianggap memiliki peluang besar untuk didorong menjadi kekuatan pembangunan desa.
“Desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek yang mampu melahirkan inovasi dan kemandirian,” ujarnya, Selasa (30/6).
Strategi pengembangan desa, lanjut Dzulkarnain, membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Mulai dari tingkat pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pendamping desa, pelaku UMKM, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Tidak berhenti di situ, DPMD Sumenep juga segera menyiapkan digitalisasi promosi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penguatan kelembagaan desa juga menjadi salah satu prioritas yang perlu dilakukan untuk pengelolaan dan pengembangan potensi desa.
“Setiap desa memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, pengembangannya akan disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk desa. Dampaknya juga diharapkan mendorong kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Pelantikan Achmad Zulkarnaen menjadi Kepala DPMD Sumenep merupakan bagian dari penyegaran birokrasi. Kebijakan itu dilakukan melalui rotasi pejabat pimpinan tinggi pratama.
Atas mandat yang diberikan, Achmad Zulkarnaen optimistis bisa mendorong semua desa dapat berkembang menjadi mandiri dan berdaya saing. Ia berharap potensi desa dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya berharap semua lapisan masyarakat mau bergerak bersama, karena tiap inovasi pemerintah memerlukan kolaborasi,” pungkasnya. (*/bus)






