Pilkada 2024, Sejumlah Tokoh Penting Terseret Pemeriksaan Bawaslu Sumenep 

Selasa, 12 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, beritadata.id –  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengungkap sejumlah dugaan pelanggaran selama masa kampaye Pilkada Serentak 2024.

Masing-masing dugaan pelanggaran ini terdiri dari empat laporan dugaan pelanggaran yang diajukan pelapor, dan tiga temuan pelanggaran di lapangan oleh jajaran Bawaslu dibawah, yakni Panwascam dan Pengawas Desa/Kelurahan (PKD).

Setidaknya, sebanyak tujuh kasus pelanggaran telah diproses, tiga diantaranya menyeret sejumlah tokoh penting hingga menjalani proses pemeriksaan di Bawaslu.

Ketua Bawaslu Sumenep Achmad Zubaidi mengatakan, tiga laporan itu berkaitan dengan dugaan pelanggaran netralitas dua pentolan ASN dan satu pejabat politik, namun dua laporan ASN ini dinyatakan tidak terbukti.

Sementara satu laporan yang melibatkan pejabat politik berhasil dibuktikan, saat ini kasus tersebut telah dilimpahkan ke aparat penegak hukum dan masuk tahap penyidikan di Polres setempat.

“Kami ingin semua pihak utamanya ASN dan pejabat publik itu Netral selama Pilkada agar pelaksanaan pemilihan berjalan adil dan tidak terpengaruh oleh intervensi manapun sehingga menguntungkan salah satu Paslon,” tegasnya.

Disamping tiga laporan itu, terdapat tiga temuan Bawaslu yang melibatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di wilayah Kecamatan Kalianget, Batuputih, dan Batang-Batang yang terindikasi melanggar aturan.

Di tiga wiliayah itu dinyatakan mengabaikan rekomendasi terkait perbaikan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang ditempatkan di area terlarang, seperti pada pohon dan tiang listrik, yang melanggar ketentuan Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2017 mengenai penataan ruang media luar.

Kemudian, satu kasus lainnya yakni terkait pelanggaran kode etik salah satu PKD Desa Talaga Kecamatan Ganding. Dimana yang bersangkutan telah dijatuhi sanksi berat berupa pemberhentian.

“Tindakan ini sebagai bukti komitmen kami dalam menjaga integritas selama proses Pilkada di Sumenep,” ujarnya.

“Kami di Bawaslu akan terus menjalankan pengawasan ketat serta menindaklanjuti setiap indikasi pelanggaran yang muncul demi mejaga azas keadilan hingga tahapan Pilkada serentak tahun 2024 ini selesai,” pungkasnya. (*/zn)

Berita Terkait

Said Abdullah Dorong Penguatan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla di Jawa Timur
Merancang Integritas dalam RUU Pemilu
Bantuan PKH Dibekukan Akibat Judol, Pendamping Tak Ketahui Rekap KPM Bermasalah
Mantan Kades Kebunan Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Tanda Tangan, Polisi Mendadak Hentikan Penyidikan
Warga Pasongsongan Tangkap Maling Trafo Perahu Nelayan
BGN Suspend Ratusan SPPG, Sebanyak 311 Dapur Wilayah Jawa-Madura Terdampak
DJP Gandeng TNI-Polri Terkait Pajak, KP2KP Sumenep Berdalih untuk Pengamanan
Kepala Dapur SPPG Sapeken Bolos Ngantor, Relawan Layangkan Laporan ke BGN

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:33

Said Abdullah Dorong Penguatan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla di Jawa Timur

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:42

Merancang Integritas dalam RUU Pemilu

Senin, 21 September 2026 - 19:02

Bantuan PKH Dibekukan Akibat Judol, Pendamping Tak Ketahui Rekap KPM Bermasalah

Minggu, 13 September 2026 - 03:50

Mantan Kades Kebunan Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Tanda Tangan, Polisi Mendadak Hentikan Penyidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:46

Warga Pasongsongan Tangkap Maling Trafo Perahu Nelayan

Berita Terbaru

BERPRESTASI: Jajaran Direksi BPRS Bhakti Sumekar menunjukkan piagam penghargaan Excellent Performance Sharia Rural Economic Bank Sharia Award 2026 yang digelar oleh Majalah Infobank di Jakarta, Kamis (8/10).

Daerah

BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 05:23